Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Untidar Magelang Siap Kirim 100 Mahasiswa dan Dosen ke Lokasi Bencana Sumatera Untuk Bantu Pemulihan

Untidar Magelang Siap Kirim 100 Mahasiswa dan Dosen ke Lokasi Bencana Sumatera Untuk Bantu Pemulihan

  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026

BNews–MAGELANG– Sebanyak 100 mahasiswa dan dosen pendamping Universitas Tidar (Untidar) Magelang siap mengikuti Program Mahasiswa Berdampak 2026. Program ini dalam upaya memberdayakan mahasiswa untuk terlibat langsung di wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar Prof. Parmin mengungkap bahwa Untidar mengirim dua tim berjumlah total 100 orang, yang terdiri dari mahasiswa dan dosen pendamping.

“Mereka berangkat Sabtu (31/1/2026). dan akan menjalani kegiatan hingga 28 Februari 2026. Kegiatan di Maninjau dan Limau,” unhkapnya,” ungkap Parmin di Gedung Rektorat Untidar, Kamis (29/1/2026).

Dia mengatakan, pengiriman ratusan civitas akademika tersebut merupakan bentuk komitmen kampus dalam mendukung program Kemdiktisaintek. Sekaligus kontribusi nyata perguruan tinggi dalam penanganan bencana.

Selama berada di lokasi, mahasiswa akan melaksanakan berbagai aktivitas pemberdayaan masyarakat secara penuh waktu dan menetap selama kurang lebih satu bulan.

Lanjut Parmin, ada tiga bidang fokus utama dalam Program Mahasiswa Berdampak, yakni pangan, energi, dan kesehatan.

“Kegiatan Program Mahasiswa Berdampak dari Untidar yakni pemberdayaan masyarakat pascabencana melalui integrasi teknologi PLTS off-grid, sistem filtrasi air bersih, dan diversifikasi produk berbasis zero waste di Kota Maninjau,” imbuhnya.

“Sementara di Limau, fokusnya pada integrasi rekayasa teknik dan pemberdayaan pertanian tangguh bencana untuk pemulihan sosial ekonomi masyarakat,” sambungnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Parmin berharap, kehadiran mahasiswa mampu membantu peningkatan akses layanan publik dan fasilitas umum serta pemulihan ekonomi masyarakat. Lalu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga, pemenuhan kebutuhan kesehatan, hingga penguatan ketahanan komunitas pascabencana.

Dari sisi akademik, Untidar memberikan rekognisi atau pengakuan setara mata kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa yang mengikuti program tersebut.

“Mahasiswa yang berangkat ke Maninjau dan Limau akan kami rekognisi sebagai KKN. Karena ini lebih heroik dari KKN, dan lebih mengena dari KKN. Sehingga sangat pantas mendapatkan ini,” tegas Parmin.

Dia menyebut, sebagian besar mahasiswa yang mengikuti program ini dari Fakultas Teknik, meski juga diikuti oleh mahasiswa dari program studi lain.

“Selama berkegiatan sejak berangkat ke sana, mereka dapat dispensasi kuliah. Sehingga hak-hak para mahasiswa ini tentang perkuliahan, bagi yang masih aktif kuliah, itu tidak ada masalah,” ujarnya.

Tambah Parmin, dalam penyusunan proposal, Untidar telah melakukan komunikasi awal dengan calon mitra dan pemerintah daerah setempat, yang difasilitasi oleh kampus. Lokasi sasaran di Maninjau dan Limau pun telah ditentukan sejak awal sebelum proposal didanai.

Untidar juga memberikan bekal kepada mahasiswa terkait kebudayaan setempat. Supaya mereka bisa mengikuti program tersebut dengan baik dan sesuai adat istiadat yang berlaku. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less