VIRAL !! Jasa Sewa Ponsel iPhone, Ini Fakta Dan Kata Pakar
- calendar_month Rab, 8 Des 2021

viral jasa sewa iPhone
BNews–MAGELANG– Perangkat ponsel jenis iPhone bisa dibilang barang yang bergengsi. Bahkan untuk kamu yang sedang berbisnis lantas butuh pegangan ponsel kelas atas ini agar lebih dipercaya oleh klien.
Banyak dari kita yang berbisnis untuk meyakinkan klien dengan penampilan, dari pakaian yang digunakan, mobil yang dibawa hingga ponsel yang digenggam.
Hal itu dimanfaatkan oleh mereka yang membuka jasa penyewaan tersebut, namun berjalannya waktu ternyata banyak masyarakat luas yang ingin sekedar bergaya dengan iPhone maka jasa penyewaan ini semakin marak.
Tidak bisa dipungkiri harga iPhone cukup mewah untuk kalangan menengah ke bawah, untuk membeli harganya cukup tinggi. Maka jasa penyewaan adalah jalan terbaik yang bisa dilakukan.
Hal ini karena iPhone harganya lebih stabil maka ponsel itu bisa menjadikan derajat sosial seseorang naik bila memakainya.
Dan baru-baru ini heboh online shop membuka jasa sewa iPhone dengan harga beragam, mulai dari Rp40 ribu hingga Rp400 ribu per hari.
Dikutip dari Instagram @wownunix, jenis iPhone yang disewakan pun beragam, seperti iPhone 6 sampai iPhone 11 Pro.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Diketahui jasa penyewaan iPhone ini diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin bergaya dengan iPhone tanpa harus membelinya.
Adapun untuk harga termurah yang ditawarkan oleh jasa iPhone tersebut misalnya iPhone 6, harga sewanya dibanderol Rp40 ribu per 24 jam dan iPhone 7 Rp90 ribu perhari.
Sementara itu, untuk iPhone kelas atas seperti iPhone 11 dan iPhone 11 Pro dikenakan tarif sewa sebesar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu sehari.
Meskipun tak semua pengguna jasa penyewaan iPhone menggunakannya untuk gaya, sebagian lainnya ada yang merasa diuntungkan dengan adanya jasa sewa iPhone tersebut.
Salah satu sisi positif yang didapat dari jasa sewa iPhone tersebut adalah seseorang yang belum terbiasa memakai iPhone bisa menggunakannya untuk kebutuhan uji coba sebelum membelinya.
Unggahan jasa sewa iPhone tersebut banyak dikomentari netizen. Tak sedikit juga yang pro kontra dengan jasa sewa iPhone tersebut.
“Nanti, yg punya iPhone beneran disangka sewa,” kata @melaavika.
“Sama sekali ga tertarik meski mampu beli sekardus,” kata @ciciandacici.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Ya Gapapa nyewa doang, kamera aja disewakan. Ini hp kenapa gak boleh? netizen masa orang gak boleh nyewa buat gengsi, apakah iri? syp tau ada yang memang pingin coba atau memanfaatkan fungsinya. Walaupun gw gak bakal sewa juga sih wkwkw,” kata @m.ismail.k.
Menurut Pakar Psikologi
Menurut pakar sosiologi, hal seperti ini dinamai fenomena masyarakat konsumsi simbolik, jadi seperti dibutuhkan pengakuan dari lingkungan. Bukan fungsi dan kegunaan barang yang dipermasalahkan, namun di dalam masyarakat yang mengagungkan simbol mereka itu ingin dihormati, diakui statusnya, atau memperlihatkan identitasnya ke khalayak ramai.
Pada dasarnya yang mempunyai ponsel iPhone adalah orang yang kaya, melihat dari harganya yang tembus hingga puluhan juta. Jadi kalau seseorang bisa gonta ganti iPhone lalu dipamerkan ke media sosial maka secara status namanya juga akan terangkat.
adi pada dasarnya bukan kegunaannya yang menjadi value, namun simbol pengukuhan diri yang menjadi value tersendiri. Hal ini memang aneh tapi nyata, bandingkan dengan ponsel android yang harganya serupa dengan iPhone; namun tidak menjadi simbol seperti produk dari Apple ini.
Masih kalah gengsi dari iPhone seri lawas bila dipakai ke luar ruangan, tentu hal ini menguntungkan jasa sewa seperti ini; karena pada dasarnya orang yang mengalami konsumsi simbolik tidak bisa mengendalikan keinginan dirinya dalam mengkonsumsi barang branded hingga akhirnya over konsumsi. Mereka inilah yang sering diperbudak oleh brand.
Dan hal-hal seperti inilah yang dimanfaatkan penyedia jasa, hasilnya tentu saja ada demand ada supply. Maka tak heran kalau status sosial sekarang bisa disewa; terlebih di ranah media sosial mau yang pura-pura kaya bisa, yang pura-pura baik dan miskin juga banyak. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar