Vita Ervina: ’Kopi Magelang’ Punya Daya Pikat Tersendiri Bagi Pemerintah

BNews—MAGELANG— Selain sektor pertanian, salah satu potensi di Kabupaten Magelang yang sedang berkembang saat ini adalah perkebunan. Apalagi dengan letak geografis yang dikelilingi Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong dan Telomoyo sangat berpotensi untuk mengembangkan sektor perkebunan, khususnya kopi arabika.

Hal tersebut dituturkan anggota Komisi IV DPR RI Dapil VI Jateng Vita Ervina SE MBA dalam kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani ’Teknik Budidaya dan Peluang Usaha Kopi’. Acara yang dihadiri 16 kelompok tani (poktan) penerima bibit kopi tahun 2021 dan 20 poktan tahun 2020 ini bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

Vita menyampaikan, kopi sebagai salah satu produk agroindustri pangan yang digemari oleh masyarakat. Keberadaan kopi sudah menjadi salah satu bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sekedar minum kopi, kopi sendiri sudah menjadi budaya bagi sebagian besar masyarakat.

”Kebutuhan masyarakat akan kopi yang semakin hari makin meningkat, ini menjadi peluang besar. Khususnya masyarakat di Kabupaten Magelang untuk mengembangkan kopi hasil dari perkebunannya sendiri,” tururnya secara online dalam pengantar bimtek yang digelar di Atria Hotel Magelang, Rabu (15/9).

”Saat ini perkebunan kopi khususnya di Magelang memiliki daya pikat tersendiri bagi pemerintah,” sambungnya.

Ia menjelaskan, selama dua tahun ini melalui aspirasinya di Komisi IV, ada 180 ribu bibit kopi arabika atau setara 180Ha yang nominalnya mencapai Rp1,8 miliar yang telah dibagikan ke poktan. Dengan rincian tahun 2020 100Ha terbagi 20 poktan dan tahun 2021 yaitu 80Ha yang terbagi 16 poktan.

”Saya pribadi sangat berharap dengan bantuan yang Saya berikan melalui sinergitas Saya dengan ditjen perkebunan kementan, mampu meningkatkan kemandirian petani. Dan pastinya secara ekonomi mampu meningkatkan taraf hidup yang lebih baik,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Vita berharap, kegiatan ini bisa sebagai ajang menjalin komunikasi, koordinasi, bantuan dan tentunya jaringan yang diperlukan untuk memperluas pemasaran. Sehingga komoditas buah bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri dan kemudian bisa merambah ke pasar global melalui ekspor.

”Sehingga para petani merasa terlindungi dari serangan impor dan dapat juga tersenyum karena sejahtera,” harapnya.

”Saya juga sangat berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat pengetahuan tambahan dan terbaru, pencerahan, motivasi, dan semangat yang kuat, khususnya kepada kelompok tani yang ada di Kabupaten Magelang,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian, Ir Dedi Junaedi MSc mengungkapkan, pemerintah berupaya memfasilitasi petani; baik pemberian bantuan secara fisik maupun bimbingan teknis. Disamping itu, Ditjen Perkebunan bekerjasama dengan berbagai pihak akan berupaya melakukan perbaikan-perbaikan.

”Sebagai wujud pembinaan pemerintah kepada petani adalah pemberian bantuan sarana dan prasarana pascapanen dan pengolahan kopi,” ujarnya.

Dedi menerangkan, sinergi para pemangku kepentingan kopi, baik dipusat maupun daerah sangat diharapkan untuk mendukung ’main policy ’Kementerian Pertanian tahun 2020-2024. Yakni membangun perkebunan yang Maju Mandiri Modern serta dalam peningkatan ekspor komoditas perkebunan yang ditargetkan meningkat tiga kali lipat sampai dengan tahun 2024 melalui Program Gratieks.

”Strategi dalam mencapai Gratieks adalah melalui peningkatan produksi, nilai tambah dan daya saing (Grasida),” terangnya.

”Kopi merupakan salah satu dari 14 komoditas yang menjadi target Grasida. Aneka produk kopi ditargetkan pada tahun 2024 nilai ekspornya mencapai Rp38,48 triliun dari kondisi tahun 2019 sebesar 12,8 triiun,” sambungnya.

Imbuh dia, melalui bimtek ini, diharapkan para peserta dapat menerima informasi mengenai kebijakan nasional pembangunan kopi, menambah pengetahuan usaha perkopian di dalam negeri maupun ekspor.

”Selain itu juga kegiatan ini juga sangat penting untuk menjaring masukan dalam membangun perkopian ke depan. Baik bagi kami selaku eksekutif serta bagi Bu Vita Ervina sebagai wakil rakyat di DPR di Komisi IV yang membidangi sektor pertanian, LHK, KKP,” tutupnya. (ifa/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: