Waduh, Ribuan Warga Temanggung Jadi Penerima Ganda Bantuan Sosial

BNews—TEMANGGUNG— Sedikitnya 1.500 warga Temanggung tercata menjadi penerima bantuan sosial (bansos) ganda. Temuan tersebut disampaikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Temanggung.

Kepala Dinsos Kabupaten Temanggung Prasojo mengatakan, mereka tercatat menerima dua jenis bantuan. Yakni bantuan dari pemerintah kabupaten dan pemerintah desa.

Prasojo menerangkan, para penerima tersebut diminta untuk memilih salah satu dari dua jenis bansos yang berasal dari internal pemerintahan di jajaran Pemerintah Kabupaten Temanggung.

”Sebelumnya mereka sudah masuk di data kita. Tetapi, ternyata juga didata oleh pihak desa masuk Bantuan Langsung Tunao Dana Desa (BLT DD) sehingga terdaftar dobel. Mereka diminta memilih menerima satu dari keduanya,” terangnya, Senin (29/6).

”Sejauh ini sudah ada belasan warga dengan kesadaran diri telah mengembalikan bansos. Mereka mengaku merasa masih bisa hidup mandiri,” sambungnya.

Ungkap dia, total penerima bansos di Kabupaten Temanggung sebanyak 155.485 keluarga. Bantuan yang disalurkan tersebut antara lain berbentuk Program Keluarga Harapan (PKH) atau bantuan rutin yang diberikan kepada masyarakat miskin sejak sebelum masa krisis Covid-19.

”Jumlah penerima bansos berbentuk PKH yaitu 34.610 keluarga,” ungkapnya.

Kemudian ada juga program bantuan perluasan PKH, yakni sama persis dengan bantuan PKH. Hanya saja ada penambahan angka karena covid sebanyak 1.714 keluarga. Lalu untuk bantuan sembako reguler, yakni bantuan rutin sembako senilai Rp200 ribu perbulan yang diberikan kepada masyarakat miskin.

”Itu diberikan sejak sebelum masa krisis covid-19 dengan jumlah penerima sebanyak 45.156 keluarga,” ungkapnya.

Baca juga: Menyentuh Hati! Kakek 78 Tahun Enggan Mengemis, Usahanya Cari Uang Bikin Haru

Kemudian ada juga Bantuan Sosial Tunai (BLT) dari Kemenkes senilai Rp600.000 selama tiga bulan. Bantuan ini dikucurkan kepada masyarakat miskin yang belum mendapatkan masuk daftar penerima bantuan PKH. Di Temanggung jumlah penerima BLT yaitu 24.002 keluarga.

Selanjutnya ada juga bantuan perluasan program sembako, bantuan di mana masyarakat penerima diberikan kartu kesejahteraan sosial (KKS) yang setiap bulan di-top-up senilai uang Rp200 ribu selama sembilan bulan.

”Dana itu dapat digunakan untuk berbelanja sembako di e-warong dan jumlah penerimanya di Temanggung 29.450 keluarga,” jelasn dia.

Bantuan jaring pengaman sosial Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa sembako senilai Rp200 ribu diberikan rutin selama tiga bulan. Jumlah penerima di Temanggung sebanyak 6.965 keluarga.

Selanjutnya bantuan jaring pengaman sosial Pemkab Temanggung berupa sembako senilai Rp200 diberikan rutin selama enam bulan. Bantuan diberikan kepada masyarakat miskin yang belum masuk dalam data penerima bantuan-bantuan di atas. Jumlah penerimanya di Temanggung 13.588 keluarga. Terakhir bantuan sosial tunai yang bersumber dari dana desa, yaitu bantuan berupa uang tunai senilai Rp600 ribu berturut-turut selama tiga bulan yang diberikan oleh pemerintah desa dengan menggunakan dana desa. Bantuan diberikan kepada masyarakat miskin atau masyarakat terdampak yang belum mendapatkan jenis bantuan apa pun. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: