Wajib Tahu, Sejarah Selokan Mataram Jogja yang Membentang 32 Kilometer


BNews—JOGJA— Bagi warga Jogja dan sekitarnya tentu sudah tidak asing lagi dengan bangunan bersejarah ini. Namanya Selokan Mataram.


Selokan Mataram membentang mulai dari perbatasan wilayah Magelang Jogjakarta. Sampai tengah Kota.


Selokan Mataram memiliki panjang 31,2 km dan dibangun pada Masa Pendudukan Jepang.
Kala itu Jepang sedang menggalakkan Romusha untuk mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia ataupun untuk membangun sarana prasarana guna kepentingan perang Jepang melawan Sekutu di Pasifik.


Di tengah gencar-gencarnya Romusha, Raja Yogyakarta saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX berusaha menyelamatkan warga Yogyakarta dari kekejaman Romusa.


Dengan berpikir cerdik, Dia melaporkan kepada Jepang bahwa Yogyakarta adalah daerah minus dan kering, hasil buminya hanya berupa singkong dan gaplek.


Dengan laporan tersebut Sri Sultan mengusulkan kepada Jepang agar warganya diperintahkan untuk membangun sebuah selokan saluran air yang menghubungkan Kali Progo di barat dan Sungai Opak di timur.

Loading...

Sehingga, kata Sultan, lahan pertanian di Yogyakarta yang kebanyakan lahan tadah hujan dapat diairi pada musim kemarau sehingga mampu menghasilkan padi dan bisa memasok kebutuhan pangan Tentara Jepang.

Ternyata usulan Sri Sultan disetujui Jepang dan terbebaslah warga Yogyakarta untuk ikut Romusha, melainkan dialihkan untuk membangun saluran air yang sebenarnya untuk kemakmuran warga juga.


Menurut sumber juga diceritakan bahwa Sunan Kalijaga pernah berujar bahwa Yogyakarta bisa makmur jika Kali Progo dan Sungai Opak bersatu. Hal tersebut mungkin ada benarnya, tetapi kedua sungai itu bukan bersatu secara alami melainkan disatukan dengan saluran air.


Kenyataannya, warga Yogyakarta sekarang lebih makmur daripada sebelum adanya Selokan Mataram dan selokan itu telah mengairi ribuan hektare lahan pertanian yang sampai saat ini masih menghijau pada saat musim kemarau.


Kini selokan mataram juga menjelma menjadi salah satu destinasi wisata. Terutama dibagian hulunya. (her/wan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: