Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Wali Kota Magelang Ajak Dokter Internship Kuatkan Empati dan Pengabdian

Wali Kota Magelang Ajak Dokter Internship Kuatkan Empati dan Pengabdian

  • calendar_month Ming, 12 Apr 2026

BNews–MAGELANG– Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menerima 24 dokter dan dokter gigi program internship (magang) yang bertugas di RSUD Tidar dan sejumlah Puskesmas di Kota Magelang.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono berkesempatan bertemu dengan para tenaga medis muda ini melalui acara sarasehan di Pendopo Pengabdian, Jumat (10/4/2026).

Damar berharap agar para dokter muda itu menjadikan Kota Magelang sebagai ruang belajar yang utuh. Menurutnya, profesionalisme medis harus berjalan selaras dengan sisi kemanusiaan.

“Bukan hanya untuk mengasah ilmu, tetapi juga untuk memperkuat empati dalam melayani, sekaligus menempa karakter dan ketangguhan sebagai seorang dokter,” ujarnya.

Lebih dari itu, Damar mengingatkan, dokter harus mengedepankan integritas dan cara berkomunikasi yang baik kepada masyarakat.

Menurutnya, nilai lebih seorang dokter tidak hanya terletak pada kemampuan menyembuhkan, tetapi juga menenangkan pasien.

Wakil Wali Kota Magelang, Sri Harso berujar, meskipun masa tugas para dokter internship ini relatif singkat, yakni kurang lebih satu tahun, mereka tetap merupakan bagian integral dari pelayanan masyarakat.

Hal ini mengingat kesehatan merupakan salah satu program unggulan Pemkot Magelang.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Ia juga berpesan agar para peserta internship mengenali fasilitas serta sarana kesehatan yang dimiliki Kota Magelang.

Tidak lupa, kepatuhan terhadap peraturan dan etika profesi, termasuk dalam hal kedisplinan berseragam dan kerapian saat bertugas.

“Panjenengan itu bagian dari pelayanan Pemkot Magelang di bidang kesehatan, jadi kenali layanan yang kita punya. Seperti fasilitas VIP RSUD Tidar, alat-alatnya, juga jangan lupa pakai seragam,” paparnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi untuk menyerap aspirasi dari para dokter internship. Beberapa masukan penting muncul dalam diskusi tersebut, di antaranya usulan pembukaan layanan laboratorium pada sore hari guna mempercepat pelayanan, perlunya perbaikan dan pemeliharaan alat-alat kesehatan serta sarana penunjang di tingkat Puskesmas.

Kemudian, payanan poliklinik sore (pukul 16.00–20.00 WIB) dinilai sangat efektif karena rata-rata melayani 10-18 pasien per hari. Layanan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak bisa mengakses fasilitas kesehatan pada pagi atau siang hari. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less