Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Wali Kota Magelang Minta Sekolah Biasakan Penggunaan Bahasa Jawa

Wali Kota Magelang Minta Sekolah Biasakan Penggunaan Bahasa Jawa

  • calendar_month 24 menit yang lalu

BNews–MAGELANG– Wali Kota Magelang Damar Prasetyono ingin penggunaan bahasa Jawa di lingkungan sekolah lebih dibiasakan sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus membentuk karakter dan tata krama siswa.

Hal itu disampaikan Damar saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pawiyatan Panatacara Tuwin Pamedhar Sabda Bregada XXXV Tahun 2026, di Aula Cendikia Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Senin (7/9/2026).

“Pembelajaran bahasa dan tata krama Jawa tidak sekadar berkaitan dengan kemampuan berbahasa. Tetapi juga mengajarkan unggah-ungguh, etika, serta cara berinteraksi dengan orang lain,” terangnya, dalam siaran pers.

Damar menilai guru memiliki posisi penting karena menjadi teladan yang setiap hari dilihat dan didengar siswa. Sikap, cara berbicara, dan perilaku guru dapat menjadi contoh langsung bagi siswa dalam menerapkan unggah-ungguh dan menghargai orang lain.

Karena itu, ia meminta pengetahuan yang diperoleh para guru melalui pawiyatan tidak berhenti sebagai keterampilan pribadi, tetapi diterapkan di sekolah dan diteruskan kepada para siswa.

“Bahasa Jawa dapat digunakan secara tepat dalam keseharian, sementara unggah-ungguh dibiasakan melalui praktik dan keteladanan,” ungkapnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Selain itu, siswa juga perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi perkembangan zaman. Namun tetap dibekali tata krama dan budi pekerti.

Kepala Disdikbud Kota Magelang, Nurwiyono Slamet Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan pembekalan ini diikuti oleh 83 peserta yang terdiri dari guru-guru jenjang SD dan SMP di Kota Magelang.

Melalui pelatihan ini, para guru tidak hanya dibekali keahlian sebagai pembawa acara berbahasa Jawa, melainkan juga disiapkan menjadi “duta kebudayaan” di sekolahnya masing-masing.

“Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, para guru diharapkan dapat menyusun dan menerapkan program pembiasaan berbahasa Jawa di sekolah. Setidaknya satu hari dalam seminggu,” ujar Nurwiyono.

Penanaman nilai-nilai luhur dan budi pekerti berbasis budaya Jawa ini nantinya akan diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam kurikulum khas sekolah.

Selain penguatan karakter harian, pembekalan ini juga ditujukan untuk menyiapkan wadah pembinaan bagi para siswa dalam menghadapi berbagai ajang kompetisi bahasa dan sastra Jawa. Seperti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang mencakup lomba geguritan, sesorah, macapat, hingga mendongeng.

(*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less