Warga Berjubel Pencairan Program Bantuan Usaha di Muntilan Magelang

BNews—MUNTILAN—Sejak hari Rabu (21/10), hampir seluruh cabang kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Magelang melayani para penerima Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM). Sayangnya, penerapan protokol kesehatan ternyata tidak dilaksanakan dengan baik sehingga rentan terjadi penularan covid-19.

Informasi yang dihimpun di lapangan, BRI Cabang Muntilan membatasi 100 orang perhari. Bahkan demi mendapatkan nomor antrean, masyarakat sudah rela mengantre sejak pukul 05.00 WIB.

Pantauan Borobudur News di BRI Cabang Muntilan hingga siang pukul 12.30 WIB baru sampai nomor antrean 45. Sementara peserta penerima bantuan Rp 2,4 juta yang mayoritas ibu-ibu menunggu antrean terpantau tidak menaati protokol kesehatan. Baik menjaga jarak atau menggunakan masker.

Salah satu penerima bantuan BPUM asal Gunungpring, Asmawi, 31 mengaku sudah mengantre sejak pagi pukul 05.00 WIB. Ia datang pagi-pagi untuk mengambil nomor antrean, mengambil formular hingga mengisi blanko.

”Ada yang datang pukul 06.00 WIB tapi sudah tidak mendapatkan kursi. Jadi mereka pada berdiri. Sayangnya mereka tidak ada jarak dan saling berdempetan,” kata Asmawi, Kamis (22/10), menyesalkan.

”Apalagi, antarkursi yang disediakan di luar jaraknya tidak ada satu meter. Ada juga yang tidak mengenakan masker. Petugas polisi sejak pagi juga tidak terlihat. Semoga ke depan ada evaluasi demi menekan penyebaran covid-19,” sambungnya.

Terpisah, pakar epidemologi UGM Jogjakarta dr Riris Andono Ahmad menerangkan, adanya kerumunan di kantor-kantor bank membawa potensi adanya klaster penularan Covid. Ia bahkan mengaku menyaksikan sendiri antrean warga yang menjadi penerima bantuan pemerintah tidak mengedepankan protokol kesehatan.

Loading...

”Saya mengingatkan resiko yang mungkin timbul dari kerumunan masyarakat yang mengesampingkan protokol kesehatan. Saya melihat tidak ada penerapan protokol kesehatan, mereka tidak menjaga jarak meski menggunakan masker,” terang dr Doni.

dr Doni mengingatkan pengelola ataupun stakeholder terkait sebaiknya melakukan mitigasi agar kemungkinan terjadinya klaster penularan Covid-19 tidak terjadi. ”Kalau dibuka seperti perkantoran pasti ada resiko (penularan), namun terpenting bagaimana memitigasi resiko tersebut,”pungkasnya. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: