Warga Deyangan Ancam Tutup TPA Sampah

    Bnews—MAGELANG— Warga Deyangan Kecamatan Mertoyudan mengancam akan menutup tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di kawasan mereka. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes inkonsistensi pemkab magelang dalam menerapkan Perpres 58 tahun 2014.

                Pasalnya, menurut warga Deyangan, ada kesan tebang pilih dalam melaksanakan perpres tersebut. ”Jika proses perijinan pabrik Woneel dianulir karena Pemkab berdalih karena penerapan perpres maka besok kita akan membantu Pemkab melaksanakan Perpres tersebut dengan menutup TPA Sampah di Deyangan,” kata Pujiyanto dalam audiensi dengan DPRD, siang tadi.
                Menurutnya, proses penerapan Perpres 58 tahun 2014 terkesan tebang pilih. Bahkan, terkesan mendeskreditkan PT Woneel yang oleh warga keberadaannya dianggap akan membantu terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
                ”Sampai saat ini belum ada kepastian hukum dari Pemkab magelang. Jika memang akan dilakukan telaah ulang SK Bupati kita terima jika ingin tetap mencabut ijin PT Woneel kita juga siap dan saya akan bantu tertibkan bangunan dan TPA yang melanggar perpres,” ujarnya.
                Selain itu, kata dia, warga juga akan menempuh jalur hukum atas proses pencabutan ijin pendirian pabrik yang dinilai unprosedural. ”Kita akan ajukan ke ranah hukum,” katanya.
                Dalam proses audiensi tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sariyan Adi Yanto. Hadir Plt Sekda Kabupaten Magelang, Agung Trijaya, Kepala Bappeda Sugiyono, Mantan Kepala DPU ESDM Sutarno, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Widiyantara dan Bagian Hukum.
                Kepala Bappeda Sugiyono mengatakan proses untuk memberikan ijin kepada PT Woneel bisa dilakukan. Namun, prosesnya panjang dan rumit.
                Ketua DPRD Kabupaten Magelang meminta supaya Pemkab Magelang segera membangun komunikasi dengan masyarakat Deyangan dan PT Woneel untuk menyelesaikan persoalan ini. Mengingat, investor saat ini membutuhkan kepastian hukum terkait proses pendirian pabrik yang mereka ajukan. (bn1)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: