Warga Keningar Gelar Merti Dusun Di Kampung Dan Pengungsian Merapi

BNews–DUKUN– Mengenang leluhur dan menikmati syukur akan alam semesta memang menjadi hal yang wajar bagi warga lereng merapi. Seperti yang dilakukan warga Desa Keningar Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang yang menggelar merti dusun (25/11/2020).

Namun ada yang berbeda pada pagelaran merti dusun kali ini, karena masih ditengah pandemi covid-19 dan sebagian warga mereka berada di pengungsian merapi. Karena sejak status merapi siaga, sebagain warga kelompok rentan telah diungsikan.

“Kali ini memang berbeda, padahal sebelumnya roundown acara adalah pagelaran pentas seni. Dan kali ini berbeda,lebih sederhana dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Kepala Desa Keningar, Rohmad Sayidin saat diwawancarai Borobudurnews.com (25/11/2020).

Terdapat yang unik lagi dalam merti dusun ini, karena acara digelar di dua lokasi yakni di Dusun Banaran Desa Keningar  yang berjarak 5,8 km dari puncak merapi. Serta lokasi satunya di Tempat Pengungsian Ngrajek Mungkid.

“Ya kegiatan ini adalah upacara wilujengan atau selametan, serta sebagai ucap syukur atas pemberian hasil bumi dan rejeki,” ungkap Rohmad.

Dan terpenting, lanjutnya acara merti dusun tersebut sebagai permohonan warga Desa Keningar agar tetap diberikan persatuan dan kesehatan dan dijauhkan dari bencana.

“Khususnya saat pandemi covid ini semoga dijauhakan dari wabah tersebut. Serta status Merapi yang Siaga dan biasanya akan erupsi akan selalui dijauhkan dari bencana alam tersebut,” paparnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Rohman mengungkapkan, kegiatan ini tetap dilaksanakan mesti ala kadarnya karena agar tetap menjalankan naluri budata jawa yang sudah turun temurun.

“Ya kita adakan puluhan nasi tumpengan di dua tempat acara yang digelar Selasa Sore (25/11/2020). Selanjutnya doa bersama dan makan bersama,” ujarnya.

Warga Keningar merti dusun di Dusun Banaran (25/11/2020)--(Foto: istimewa)
Warga Keningar merti dusun di Dusun Banaran (25/11/2020)–(Foto: istimewa)

Tampak puluahn warga di pengungsian setelah doa bersama terlihat lahap makan bersama nasi tumpeng tersebut. Penuh keakraban dan keprihatinan mereka tetap mencoba bersyukur kepada maha kuasa.

Rohmad juga berharap, agar warga Desa Keningar diberikan kesehatan, kekuatan serta kesabaran menghadapi kondisi seperti ini.

“Semoga status merapi segera kembali normal dan warga yang di pengungsian bisa pulang ke rumah mereka,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: