Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Warga Magelang Diserang Tawon Madu, Balita Jadi Korban Sengatan di Dalam Rumah

Warga Magelang Diserang Tawon Madu, Balita Jadi Korban Sengatan di Dalam Rumah

  • calendar_month Ming, 7 Des 2025

BNEWS—MAGELANG— Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Magelang mengevakuasi sarang tawon madu yang berada di atap ruang tamu sebuah rumah warga di Dusun Jati, Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (6/12/2025).

Keberadaan sarang tawon tersebut telah mengakibatkan tiga penghuni rumah, termasuk seorang balita berusia 1,5 tahun, menjadi korban sengatan.

Kepala Regu Damkar Kabupaten Magelang, Yudak Margiyanto, mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari pemilik rumah.

Menurutnya, sarang tawon sudah menimbulkan korban sehingga petugas bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

“Penanganan berawal dari laporan warga bahwa terdapat sarang tawon di rumahnya yang sudah memakan korban. Setelah sampai lokasi, kami analisis dan memutuskan untuk mengambil menggunakan tangga karena ketinggiannya sekitar 3 meter. Jenis tawon yang kita evakuasi adalah tawon madu dengan koloni cukup banyak,” jelas Yudak saat ditemui di lokasi Sabtu (6/12/2025).

Dalam proses evakuasi, petugas memutus aliran listrik untuk menghindari risiko korsleting karena posisi kabel berada dekat sarang.

Petugas juga menyemprotkan cairan BBM sebagai penghambat pergerakan tawon serta menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Teknik yang digunakan adalah mengisolasi area sarang agar tawon di luar sarang tidak mendekat. Proses evakuasi berlangsung sekitar 7-10 menit,” tambahnya.

Pemilik rumah, Nurul Mawadah (29), mengungkapkan bahwa awalnya tawon berada di bagian luar rumah, sebelum akhirnya masuk ke dalam dan membentuk sarang besar di ruang tamu.

“Sudah empat hari yang lalu awalnya banyak di luar rumah. Lama-lama masuk ke dalam dan bersarang di ruang tamu,” ujar Nurul.

Ia menyebutkan, tiga anggota keluarganya yakni dua anaknya yang masing-masing berusia tujuh tahun dan 1,5 tahun serta dirinya sendiri, sempat tersengat tawon, terutama saat lampu rumah dinyalakan pada malam hari.

“Kalau lampu dinyalain, mereka ngumpul di lampu terus jatuh ke bawah. Sengatannya masih nempel di kaki,” tuturnya.

Nurul juga mengapresiasi respons cepat Damkar Kabupaten Magelang.

“Terima kasih untuk Damkar Kabupaten Magelang sudah gerak cepat menangani tawon di rumah saya. Soalnya saya punya balita, takut setiap hari kena tawon,” ucapnya.

Sementara itu, Yudak mengimbau masyarakat agar tidak menangani sendiri jika menemukan sarang tawon yang berpotensi membahayakan.

“Jangan ditangani sendiri karena risiko sengatan cukup tinggi, terutama jenis tawon madu dan vespa yang koloninya besar,” tegasnya. (*/Berita Satu)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less