Warga Rentan Di Satu Dusun Lereng Merapi Magelang Belum Mengungsi

BNews–DUKUN– Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta telah merekomendasikan terkait pengungsian. Beberapa warga rentan di beberapa Dusun di lereng merapi diminta untuk mengungsi.

Seperti halnya di wilayah Kabupaten Magelang, terdapat 9 Dusun di tiga Desa warga kelompok rentan diminta untuk mengungsi. Namun, setelah status merapi naik menjadi Siaga, terdapat tambahan dua dusun di satu desa berbeda.

Semuanya wilayah tersebut masuk wilayah Kecamatan Dukun semua. Yakni Desa Ngargomulyo (Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar); Desa Krinjing (Dusun Trayem, Pugeran, Trono); Desa Paten (Babadan 1, Babadan 2).

Dan untuk tambahan terdapat dusun Banaran dan Gondangrejo dari Desa Keningar Kecamatan Dukun. Dimana jaraknya kurang lebih 5,8 km dari puncak merapi.

Meski demikian, hingga Kamis 7 Januari 2021 masih terdapat warga kelompok rentan yang belum kembali ke pengungsian. Padahal diketahui sebelumnya mereka sudah mengungsi dan memutuskan kembali ke rumahnya setelah kurang lebih 1 bulan.

“Masih satu dusun yang warga kelompok rentan belum mengungsi kembali. Wilayah itu adalah Dusun Batur Ngisor Desa Ngargomulyo,” kata Camat Dukun, Amin Sudrajat (7/1/2021).

Dia menyampaikan alasan kenapa warga belum mengungsi karena masih dalam proses musyawarah.

“Ada sekitar 120an warga rentan di Dusun Batur Ngisor yang seharusnya diungsikan terlebih dahulu. Namun masih dimusyawarahkan masyarakat disana,” imbuhnya.

Amin menyampaikan bahwa warga rentan di Dusun tersebut memang direkomendasikan untuk mengungsi oleh BPPTKG.

“Saya berharap warga yang seharusnya mengungsi untuk mari ikuti himbauan dari BPPTKG. Yakni untukmenjauh dari daerah bahaya radisu 5 km, karena kondisi merapi sudah mengalami kenaikan yang sangat siknifikan,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: