Warga Sleman Keroyok Gerombolan Pembuat Onar

BNews–SLEMAN– Warga Mlati Sleman keroyok gerombolan pemuda pembuat onar Rabu malam kemarin (11/3/2020). Hal itu karena warga geram dengan aksi mereka.

Kepala Unit Reserse kriminal Polsek Mlati  IPTU Noor Dwi Cahyanto, mengatakan gerombolan tersebut terdari dari usia remaja dan dewasa. “Mereka diduga sering mabuk-mabukan dan menantang warga dengan senjata tajam,” katanya.

Dikarenakan aksi mereka yang sering meresahkan warga, maka puncaknya Rabu malam kemarin (11/3/2020). “Sekitar pukul 22.30 wib Malam warga sekitar mengamankan gerombolan tersebut. Gerombolan tersebut sempat dipukuli warga di lokasi depan MAN 3 Yogyakarta. Petugas kami yang tiba lama sampai TKP langsung mengamankan gerombolan tersebut dari amukan warga,” imbuhnya.

Gerombolan yang diduga sering membuat onar ini dibawa ke Polsek Mlati. “Hasil pengembangan, dua pemuda lagi diamankan juga bagian daro gerombolan itu. Jadi total 10 orang, salah satunya perempuan,” papar IPTU Noor..

Dari keterangan yang didapat dari warga dan pelaku, gerombolan ini sebelumnya sudah berbuat onar juga. Sebelumnya  terjadi pada Sabtu, 6 Maret 2020 dan Senin, 7 Maret 2020 malam.

“Saat itu mereka diduga sedang mabuk-mabukan dan menantang warga dengan senjata tajam di wilayah tersebut,” jelasnya.

Akhurnya, Puncak kemarahan warga terjadi kemarin di depan MAN 3 Rabu malam kemarin.  “Kami melakukan penyelidikan dan mendapat barang bukti dua senjata tajam. Berupa sabit yang sudah dimodifikasi dengan gagang panjang dan satu celurit.

Kami juga lakukan pemeriksaan intensif terhadap dua pelaku yang diketahui membawa senjata tajam. Keduanya berinisial AQ, 19 tahun dan DAN, 18 tahun. Keduanya berpotensi sebagai tersangka,” tegasnya.

Noor juga mengaku, bahwa pihaknya masih lakukan pengembangan kasus tersebut. Aksi ini ia sebutkan merupakan aksis kejahatan jalanan.

“Sebagian pelaku kita lakukan pembinaan dan memanggil orang tua mereka,” pungkasnya. (*/islh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: