Webinar Taruna Merah Putih, Pancasila Adalah Rumah Kita

BNews–NASIONAL– Organisasi sayap PDI Perjuangan tergabung dalam Taruna Merah Putih (TMP) sukses gelar Webinar Nasional secara daring kemarin (28/6/2020). Dan hebat, pesertanya mencapai 1000 orang dari seluruh Indonesia.

Ketua Panitia Webinar Nasional TMP, Mul Budi Santoso mengatakan acara tersebut dalam rangkan Bupang Bung Karno 2020. “Webinar kali ini kita ambil tema Jas Merah: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, Ciptakan Sejarah Positif Bagi Bangsa,” katanya kepada Borobudurnews.com .

Kegiatan tersebut berjalan sukses dengan diikuti 1000 peserta dari berbagai kalanngan diseluruh Indonesia melalui aplikasi zoom meeting Minggu malam (28/6/2020). Serta lebih dari 2000 pasang mata ditonton melalui chanel youtube selama pukul 19.00 wib hingga 23.00 wib.

“Dalam acara tersebut sebagai Keynote Speaker adalah Ir.Hasto Kristiyanto, selaku Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan. Sedangkan moderator langsung dibawakan oleh Maruarar Sirait selaku Ketua Umum Taruna Merah Putih,” imbuhnya.

Mul Budi Santoso yang akrab disapa Bodrex tersebut mengungkapkan kegiatan  itu mendatangkan beberapa nara sumber. Mereka yakni Ganjar Pranowo, Mardani H. Maming,  Dr. dr. Theresia Monika R, Denny Siregar, dan I Kadek Suwisnawa Pridayana.

“Dalam webinar tersebut mereka mencoba menggali semangat Soekarnois dalam upaya pembangunan bangsa yang dinamis oleh kaum muda,” ujarnya.

Sebagai organ sayap partai terbesar, PDI Perjuangan, menurut Maruarar Sirait bahwa TMP melihat bahwa saat ini bangsa kita minus akan semangat kebersamaan.  Berbagai tindakan provokasi yang bermaksud memecah belah bangsa, kerap terjadi.

Webinar TMP bicarakan soal Pancasila dan jangan lupa sejarah 1
Webinar TMP bicarakan soal Pancasila dan jangan lupa sejarah 1

“Krisis yang sedang melanda dari berbagai arah dan dimensi, justru menjadi kekuatan untuk merekatkan kembali semangat gotong-royong. Dimana hal itu yang dicetuskan oleh founding father, Bung Karno,” ungkapnya.

DOWNLOAD MUSIK-MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Menurut Maruarar, komunikasi dan konsolidasi kader muda bangsa dibawah kepemimpinan partai PDI Perjuangan, telah menunjukkan sebuah prestasi. Tidak hanya itu komitmen yang teguh untuk membangun NKRI secara utuh dalam semangat marhaenisme dan Soekarnois. 

“Semengat itu Yakni semangat kepedulian dan gotong royong,” tandasnya.

Sementara Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Pancasila adalah Rumah Kita. “Sebagai rumah yang tidak sekedar sebagai tempat tinggal. Pancasila sebagai ideologi harus tetap berdiri kokoh sebagaimana bendera merah putih yang telah berkibar dan tidak boleh turun,” tegasnya. 

Hasto melihat bahwa pertahanan terakhir untuk menegakkan keutuhan Pancasila adalah kader muda militan yang berwawasan kebangsaan. “Jadi kita satukan tekat bersatu dan berjuang bersama-sama demi Pancasila,” imbuhnya.

Sementara Dr. Theresia Monika menjelaskan terkait penguasaan IPTEK dan inovasi kreatif. Pemuda adalah pelopor yang sadar akan tanggungjawab sebagai pilar pembangunan bangsa.

Sementara motivasi diberikan oleh I Kadek Suwisnawa Pridayana, Ketua Osis SMA Taruna Nusantara yang menyampaikan  syarat untuk mewujudkan itu adalah karakter. “Karakter yang terbentuk dalam kedisplinan dan dedikasi yang tinggi akan menciptakan semangat anak muda,” ungkapnya.

Salah satu pegiat Medsos, Denny Siregar, menyatakan dengan terbuka akan kebanggaannya terhadap tiga orang pemuda yang terbukti mencetak sejarah positif bagi bangsa. Yakni, M. Yamin, Soepomo dan Soekarno yang menginspirasi Pancasila sebagai ideologi bangsa yang utuh dan integral.

“Mereka adalah sosok yang mengikrarkan diri sebagai Indonesia,” sebutnya dengan bangga.

DOWNLOAD MUSIK-MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Menurut Denny, sejarah bangsa Indonesia diiringi oleh konflik, drama dan air mata. Sosok yang sudah menerima hampir 70 an somasi karena cuitannya di Medsos ini mengatakan bahwa kegelisahan yang membuat dia tidak bisa tenang adalah aliran yang mengatasnamakan agama yang berpotensi merusak tatanan yang ada.

Bagi Denny, Indonesia adalah negara ajaib, yang memiliki 700-an suku dengan 1000-an bahasa. Bonus demografi dan budaya ini menjadi kekuatan yang tidak tertandingi dibanding dengan potensi yang dimiliki oleh negara-negara lain di dunia.

Terkesan selalu membela Jokowi dalam cuitannya di medsos, Denny dianggap sebagai buzzer rupiah. Justru sebaliknya, Denny mengatakan bahwa sikapnya berdasar pada kecintaannya akan NKRI, dan ketidakinginannya akan situasi konflik yang terjadi di timur tengah yang berpotensi terjadi di negara kita.

Selanjutnya Mardani Maming, Ketua HIPMI, Kader TMP dan Bupati termuda dua periode di Indonesia ini mengatakan bahwa pemuda adalah anugerah terbesar. Menjadi pertanyaan, bagaimana pemuda-pemuda indonesia ini dibentuk dan dipersiapkan menjadi pemimpin.

“Apakah ada regulasi khusus yang memungkinkan pemuda mendapat akses untuk memimpin di negara ini. PDI Perjuangan sudah terbukti melakukan hal tersebut dengan selalu mengedepankan peran pemuda dalam setiap kegiatannya politiknya. Baik diranah eksekutif maupun legislatif, kata Pemuda yang memiliki motto “Jemputlah mimpimu selagi Muda”,” tambahnya.

Webinar TMP bicarakan soal Pancasila dan jangan lupa sejarah 1
Webinar TMP bicarakan soal Pancasila dan jangan lupa sejarah 1
DOWNLOAD MUSIK-MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Sebagai narasumber terakhir, Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah cukup banyak mendapat perhatian peserta dalam webinar ini. Sosok pendiam dan rendah hati dengan segudang prestasi ini, mengatakan bahwa tahapan penciptaan sejarah yang positif harus seirama dengan pikiran, perkataan dan tindakan.

Ganjar mengatakan bahwa pemuda tidak hanya sebatas mencipta sejarah, tetapi harus mengisi sejarah secara benar dan berkeadaban. Sebagai eksekutif yang terkenal memanfaatkan media komunikasi sosial dan publik dalam mensosialisasikan program dan kinerjanya.

“Saya berharap  para pemuda harus hadir sebagai garda terdepan dalam hal penguasaan IPTEK dan Inovasi. Riset dan iptek adalah jendela untuk melihat dunia. Maka, kolaborasi dan networking yang berkesinambungan menjadi prioritas untuk membangun energi positif dalam menciptakan sejarah yang benar,” ujarya.

Bulan Juni, Bulan Bung Karno, menjadi batu loncatan dan refleksi sejarah yang layak dinisankan di hati dan tindakan. Bung Karno pernah berkata, berilah aku 10 Pemuda, dan aku akan menggoncangkan dunia.

“Taruna Merah Putih adalah aset bangsa yang bertindak sebagai pelopor pembentukan sejarah positif dan Pancasila adalah Rumah Kita,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: