WOW!! Diduga Korupsi Rp 786 Juta Bantuan Keuangan, Kades di Magelang Ditangkap Polisi

BNews-MAGELANG- Nikmati anggaran bantuan keuangan gubernur, seorang Kepala Desa di Magelang ditangkap polisi. Dimana Kades tersebut diduga korupsi bantuan keuangan tersebut yang seharusnya untuk program desa.

Kapolresta Magelna Kombers Pol Musthofa mengatakan bahwa pelaku ini adalah Kades Tirto Kecamatan Salam.

“Ia adalah AM, 50 Tahun, Kades Tirto yang diduga korupsi Bantuan Keuangan (Bankeu) Gubernur Tahun 2020. Nilai kerugian negara mencapai Rp 786 juta,” Katanya saat pers rils di Mako Polresta Magelang (4/6/2024).

Dijelaskan untuk kronologi awal bahwa Pemdes Tirto dapat Bangkeu tahun 2020 sebesar Rp 1 miliar. Banget tersebut untuk pengaspalan di 5 titik dengan dua kontraktor.

“Namun biaya sebesar itu sebagian digunakan kepentingan pribadi oleh pelaku, ” Imbuhnya.

Untuk modus operasi, lanjut Kapolresta tersangka meminta semua anggaran tersebut.

“Kades meminta anggaran itu dari bendahara desa sebesar 800 juta. Dan tersangka mengelola anggaran tersebut, namun anggaran tidak dibayarkan ke pelaksana proyek namun digunakan oleh tersangka sendiri, ” Paparnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

Ditegaskannya, bahwa proyek pengaspalan tersebut tetap dijalankan oleh dua kontraktor. Namun saat selesai, biaya untuk proyek tersebut tidak dibayarkan oleh tersangka.

“Bahkan salah satu kontraktor ini sampai meninggal dunia karena kepikiran anggaran yang tidak dibayarkan oleh tersangka, ” Tegasnya.

Kapolresta menyampaikan bahwa kasus ini merupakan laporan masyarakat. Dari kurun waktu selama ini, sebenarnya tersangka sudah diberikan kesempatan untuk membayar kan tetapi tidak ada respon.

“Sempat juga itu dilakukan audit oleh pihak inspektorat Kabupaten Magelang, dan hasilnya ditemukan dugaan penyelewengan anggaran,” ujarnya.

Sehingga, lanjutnya kasus ini masuk ke ranah hukum. “Saat ini kami masih terus melakukan penyidikan lebih lanjut,” Terangnya.

Akibat perbuatannya, Kades Tirto ini dijerat Undang-Undang RI No 31 Tahun 1999 Pasal 2 Subsider Pasal 3; Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah; Undang Undang RI No 20 tahun 2001.

“Untuk ancama Pidana adalah penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar, ” Tandanya.

Sementara pengakuan pelaku nekat melakukan aksinya karena tergiur investasi untuk pembebasan lahan tanah di Kulonprogon.

“Saya tergiur investasi pembebasan lahan. Dan sisa uangnya dipinjam dua orang temannya,” pungkasnya. (bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!