YUK BANTU! Bonbin Semarang Galang Donasi untuk Beli Pakan Ratusan Satwa

BNews—JATENG— Selama Pandemi Covid-19, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kebun Binatang (Bonbin) Mangkang , menurun drastis. Sementara, pengelola Semarang Zoo tetap harus memberi makan ratusan satwa dilindungi dan tidak boleh mengurangi porsi.

Direktur Utama Semarang Zoo, Choirul Anwar, mengaku penggalangan donasi diperlukan guna mengatasi masalah minimnya anggaran untuk membeli pakan satwa. Menyusul alokasi anggaran untuk pakan satwa yang kian menipis.

”Kita harus menggalang donasi untuk memberi makan satwa karena itu sangat diperlukan. Saat ini kita sudah terima donasi berupa pakan sampai kilogram hingga ton-tonan. Ada juga yang mengasih donasi uang Rp6 juta, tapi langsung kita belikan pakan. Semoga kita bisa bertahan selama sebulan,” ujar Choirul, belum lama ini.

Choirul menjelaskan, selama ini pengeluaran Bonbin Mangkang memang banyak tersedot untuk membeli pakan satwa. Dari total biaya operasional sebesar Rp180 juta setiap bulannya, paling banyak terkuras untuk membeli pakan satwa.

Saat ini total ada 250 satwa di Bonbin Mangkang. Kebutuhan pakan paling banyak untuk sebelas ekor harimau, dua singa, beberapa ekor gajah, serta unta.

”Yang krusial itu harimau. Sehari minimal bisa menghabiskan tiga kilogram daging perekor. Paling tidak Rp6 juta perhari untuk pakan harimau. Di luar itu, masih ada kebutuhan untuk pakan gajah dan unta. Untuk menyiasatinya terpaksa kita lakukan pengurangan gaji karyawan dengan jam kerja yang disesuaikan,” terangnya.

Choirul mengakui jika saat ini Bonbin Mangkang memang mengalami kesulitan finansial. Penyebabnya tak lain adalah menurunnya omzet dari penjualan tiket pengunjung akibat pandemi Covid-19.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Meski demikian, pihaknya tetap memperhatikan kebutuhan satwa. Walaupun omzet menipis, kebutuhan untuk satwa tak bisa dikurangi. ”Kebun binatang itu kan isinya satwa dilindungi. Makanya kita enggak berani mengurangi. Kalau kebutuhannya tiga kilogram perhari, ya, enggak berani kita utak-atik. Alhamdulillah, hingga saat ini kondisi semua satwanya masih baik-baik,” tuturnya.

Choirul pun berharap dengan diizinkannya kembali tempat wisata dibuka di Semarang, kunjungan wisatawan ke Bonbin Mangkang akan kembali pulih. Bonbin Mangkang sudah mulai dibuka kembali pada 19 Agustus lalu, saat Kota Semarang menerapkan PPKM Level 3. (ifa/han)

Sumber: Solopos

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: