IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

10 Pelajar Diamankan Polisi Bawa Senjata Tajam

BNews—JOGJA— Sedikitnya 10 pelajar masih diamankan oleh Polres Kota Jogkarta untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Mereka ditangkap karena membawa senjata tajam dan ditengarai sebagai klitih.

Kasat Reskrim Polres Kota Jogja Kompol Sutikno mengatakan dari informasi awal, para remaja ini juga pernah melakukan perusakan mobil polisi. Mereka ternyata pernah berurusan dengan polisi karena merusak mobil dinas Polsek Wirobrajan.

“Ada satu orang anak bernisial Dk, 16 pernah menyerang mobil polisi di Polsek Wirobrajan,” kata dia.

Dk akan terus diproses karena sebelumnya polisi sudah pernah menangkapnya dan dilakukan diversi atau penyelesaikan hukum untuk anak-anak.

Saat ditangkap DK bersama sembilan remaja terduga klitih beserta 14 jenis senjata tajam. Mereka diduga hendak mencari musuh dari rombongan kelompok lain di jalanan. Penangkapan dilakukan pada Sabtu 11 Januari 2020 sekitar jam 23.00 WIB saat petugas Polresta melakukan operasi patroli di Jalan Imogiri Barat, perbatasan antara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.

Saat itu, Kedua orang yang diduga pelaku inisial BD 15 tahun warga Bantul berperan sebagai joki dan DK 16 tahun yang dibonceng warga Kadipaten Kota Yogyakarta. Keduanya seorang pelajar dan masih di bawah umur.

BD dan DK yang naik motor Scoopy berboncengan malam itu sempat berpapasan dengan petugas. Keduanya langsung berbalik arah menjauhi petugas. “Melihat petugas kami mereka berdua langsung kabur berbalik arah,” kata Kompol Sutikno.

Loading...

Pelaku ini pernah menyerang mobil dinas Polsek Wirobrajan pada 2019 lalu.

Merasa patut dicurigai, petugas mengejar dua orang tersebut. Sebelum sampai di Ring Road wilayah Sewon Kabupaten Bantul, orang yang dibonceng melempari petugas dengan botol. Beruntung lemparan itu tidak mengenai petugas.

Petugas langsung mengejar kedua diduga pelaku yang akan melakukan aksi klitih tersebut. Saat diamankan, DK berhasil lari sementara jokinya lebih dahulu petugas amankan. Butuh kerja keras untuk menangkap DK. Petugas mendapati senjata tajam jenis pedang yang dibawa oleh pelaku DK.

Kepada petugas, mereka mengaku hendak mencari musuhnya dari kelompok lain atau aksi balas dendam. Alasannya salah satu anggota gengnya sempat menjadi korban oleh kelomok lain.

Selain dua pelaku yang diamankan, petugas menjumpai delapan pelajar di rumah DK. Polisi menduga kuat mereka juga akan melakukan kenakalan remaja bersama kedua pelaku sebelumnya. Delapan pelajar tersebut beralamatkan di Bantul dan Kota Yogyakarta. Usia mereka rata-rata sekitar 15-18 tahun. Mereka adalah HRT, 16 tahun, JIP 15 tahun, RAS 18, MN 15 tahun, MK 15 tahun, MGD 16 tahun, DYM 18 tahun. “Delapan sisanya masih stand by di tempat perkumpulan,” ucapnya.

Pasal yang disangkakan terhadap dua anak yang kedapatan membawa senjata tajam tanpa izin diduga melanggar pasal 2 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1961. Karena keduanya ditemukan senjata tajam berada di wilayah hukum Polres Bantul selanjutnya terhadap 2 orang anak tersebut diserahkan ke Polres Bantul. (her/wan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: