Nasyiatul ‘Aisyiyah Magelang Konsen Tangani Kenakalan Remaja dan Gizi Buruk

0
50
HEBAT : Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Magelang bersama SMP Plus Gunungpring gelar Bedah Buku dan Pembukaan Latihan Instruktur pagi tadi (13/10)--(Foto--bsn)
HEBAT : Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Magelang bersama SMP Plus Gunungpring gelar Bedah Buku dan Pembukaan Latihan Instruktur pagi tadi (13/10)--(Foto--bsn)

BNews—MUNGKID—Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Magelang XIII berkerja sama dengan SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring gelar Bedah Buku dan Pembukaan Latihan Instruktur pagi tadi (13/10). Bertempat di Balai Muslimin Citran Paremono Mungkid Kabupaten Magelang ini diikuti ratusan peserta dari SMP Plus Gunungpring, SMA Taruna Muhammadiyah Muntilan dan masyarakat umum.

 

Dengan mengangkat tema Reaktualisasi Gerakan Perkaderan Nasyiatul ‘Aisyiyah untuk Indonesia. “Maksud dalam hal yakni terkait latihan Instruktur Nasyiatul ‘Aisyiyah, mampu mempecahkan persoalaan kekiniian seperti Gizi Buruk, Kenakalan Remaja dan lain sebagainya,” ungkap Ketua Panitia penyelenggara Fany Istiani saat di wawancarai Borobudur News.

 

“Selain itu pelatihan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan instruktur Nasyiatul ‘Aisyiyah yang berkompiten dan actual,” imbuhnya.

 

Bedah Buku  berjudul “I Am Sarahza” karya Hanum Salsabila Raix, yang merupakan putri tokoh bangsa Amien Rais. Dalam moment bedah buku ini Hanum tampak hadir langsung di tengah-tengah peserta untuk mengulas buku tersebut.

 

Fany menyebutkan bahwa buku ini secara garus besarnya mengkisahkan perjuangan Hanum Salsabila Rais bersama suaminya dalam berjuang mendapat momongan. “Selain itu dalam buku tersebut juga dikisahkan motivasi seorang orang tua kepada anaknya, dalam hal ini Amien Rais yang memberikan dorongan mental kepada putrinya,” paparnya.

 

“Acara bedah buku ini juga bermaksud untuk mengajak peserta pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk membudayakan gerakan Literasi, yakni mengajak semua untuk kembali gemar membaca buku, menulis dan mengungkapkan gagasaanya,” jelasnya.

 

“Tidak hanya terfokus dan bermain social media saja yang menurut saya banyak berita hoax beredar, oleh sebab itu kegiatan ini juga mendorong peserta untuk memerangi pemberitaan hoax di media social dengan perbayak membaca buku,” pungkasnya. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here