Ambyar….Begini Kronologi Pengantin Asal Magelang yang Positif Corona

BNews—GUNUNGKIDUL— Kasus pernikahan yang dihadiri ratusan orang dari Magelang dan Jogjakarta di Logandeng Kepanewon Kecamatan Playen Gunung Kidul benar benar ambyar. Sang pengantin yang dinyatakan positif Covid-19 telah berinteraksi dengan para tamu undangan.

Hal itu diungkapkan oleh Lurah Logandeng Suhadi. Menurutnya, pihaknya baru tahu jika sang mempelai pria asal Magelang dinyatakan positif Covid-19. “Yang hadir di pernikahan 200 orang,” kata dia.

Suhadi mengatakan kegiatan pernikahan tersebut sejatinya telah mendapatkan ijin dari tim Gugus Tugas Kabupaten Gunungkidul. Sehingga resepsi pun dilaksanakan.

Dia menjelaskan pernikahan bermula ketika dua minggu lalu. Dimana kedua mempelai yang kini tinggal di Magelang itu mengajukan surat pernikaahan ke desa. Kemudian didampingi Babinsa mereka difasilitasi untuk mengajukan ijin ke Polsek dan tim gugus tugas.

Ijin pun akhirnya turun. Dengan proses pernikahan tetap menerapkan protokol kesehatan. Proses pengawasan pun dilimpahkan ke pihak dusun.

Minggu (9/8/2020) pernikahan tersebut dilaksanakan dengan syarat menaati protokol kesehatan. Di mana tamu yang hadir dan pihak keluarga mempelai mengenakan masker.

Sebelum masuk ke lokasi pernikahan, tamu harus diukur suhu tubuhnya dan cuci tangan. Sehabis ambil snak tamu langsung pulang tanpa proses salaman dengan mempelai.

Dia kaget mendapatkan kabar jika pasangan yang menikah itu ternyata positif Covid-19 seusai menjalani test swab di Magelang. Bahkan berdasarkan info yang ia terima, ternyata mempelai lelaki sudah dinyatakan positif Covid-19 sebelum pelaksanaan akad nikah.

“Itu nikahnya kan Minggu, hasil swab keluar hari Rabunya. Terus terang kami kecolongan,” kata dia.

Mendengar kabar tersebut, pihaknya langsung melaksanakan koordinasi dengan berbagai pihak. Dan akhirnya pihak Dinas Kesehatan melakukan uji swab terhadap 5 orang yang kontak langsung dengan mempelai. Di antaranya seperti kedua orangtua mempelai perempuan, kepala dukuh, naib atau penghulu dan seorang tetangga mempelai.

Untuk orang tua, kepala dukuh, penghulu dan tetangga yang diambil swabnya kini menjalani isolasi mandiri di rumahnya. Sementara dua mempelai tersebut sudah menjalani isolasi di rumah sakit di Magelang.

Sementara untuk para kerabat dan juga tetangga yang datang membantu, masih akan ditracing
“Kami menunggu hasil spesimen dari 5 orang ini. Kalau positif, saya meminta yang datang untuk di-tracing,” ucapnya. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: