Ancaman Erupsi Merapi ke Arah Selatan-Tenggara, Guguran Dominan ke Kali Lamat

BNews—JOGJAKARTA— Arah guguran Gunung Merapi saat ini dominan ke arah Kali Senowo, Kali Lamat dan Kali Gendol dengan jarak maksimal tiga kilometer (Kali Lamat). Wilayah Barat-Barat Laut menjadi daerah yang berpotensi terancam bahaya erupsi.

Hal ini diungkapkan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida berdasarkan data deformasi dan perubahan morfologi lereng di sektor tersebut. Meski demikian, ancaman utama erupsi Merapi masih ke arah Selatan-Tenggara atau ke hulu Kali Gendol sesuai bukaan kawah saat ini.

“Memang ada potensi erupsi Merapi mengarah ke Barat-Barat Laut, tapi ancaman utamanya tetap ke arah Selatan-Tenggara,” ujarnya Sabtu malam (5/12).

Hanik juga menjelaskan soal jeda waktu antarstatus aktivitas Gunung Merapi. Di mana erupsi efusif memiliki ketidakpastian waktu yang lebih besar daripada erupsi yang lebih besar (eksplosif).

Ia membandingkan jeda waktu antarstatus aktivitas Gunung Merapi, saat erupsi 2001 (efusif), 2006 (efusif) dan 2010 (eksplosif). Diungkapkan, erupsi 2001 status waspada berlangsung selama lima bulan, siaga satu bulan dan awas dua minggu.

Sedang erupsi 2006, status waspada berlangsung satu bulan, siaga satu bulan dan awas dua bulan. Untuk erupsi eksplosif 2010 jeda waktunya lebih pendek, yaitu status waspada selama satu bulan, siaga hanya lima hari dan awas satu bulan.

Berdasar data pemantauan aktivitas seismik dan deformasi selama ini, kemungkinan besar erupsi Gunung Merapi kali ini akan efusif, seperti erupsi 2006 dan 2001. Sehingga juga akan memiliki ketidakpastian waktu yang lebih besar.

Dowonload Aplikasi Borobudur News (Klik di sini)

Kasi Gunung Merapi BPPTKG, Agus Budi Santoso, menambahkan jika aktivitas Merapi saat ini masih tinggi. Namun tidak ada lonjakan kenaikan aktivitas yang tajam.

Hal ini menunjukkan bahwa jika terjadi erupsi eksplosif, maka letusannya tidak sebesar erupsi 2010. Selain itu, pola aktivitas Merapi yang tinggi. Namun mendatar (tidak ada lonjakan) semakin menguatkan prediksi bahwa erupsi yang akan terjadi, bersifat efusif seperti erupsi 2001 dan 2006.

”Kalau melihat dari data pemantauan selama ini, aktivitas yang tinggi seperti ini biasanya berlanjut pada erupsi,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: