Anggaran Perjalanan Dinas Pejabat Pemkot Magelang Dialihkan Untuk Penanganan Covid-19

BNews—MAGELANG— Pemkot Magelang telah menyiapkan anggaran Rp 45 miliar untuk penanganan Covid-19. Dana tersebut merupakan hasil pengalihan dari sejumlah pos kegiatan.

Sekda Joko Budiyono menuturkan mulai Februari 2020, semua kebijakan pemerintah difokuskan pada percepatan penanganan COVID-19. Termasuk kebijakan pengelolaan keuangan.

“Anggaran ini kita ambilkan dari rasionalisasi dan penyesuaian tersebut. Program dan kegiatan di luar penanganan COVID-19 harus dialihkan, seperti perjalanan dinas, ‘workshop’ (lokakarya), belanja makan minum, ATK (Alat Tulis Kantor), dan beberapa belanja modal yang kurang ‘urgent’ (penting) sementara ditahan dulu, karena memang butuh dana banyak,” katanya.

Sehingga, terkumpul anggaran Rp45 miliar tersebut. Kemudian, anggaran akan dirumuskan untuk pencegahan penyebaran COVID-19, antara lain menyangkut aspek kesehatan, ekonomi, dan dampak sosial.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Pemkot Magelang Wawan Setiadi dalam Rapat Koordinasi Realokasi dan Refocusing Anggaran Penanganan COVID-19 dan Efisiensi APBD 2020 di Magelang, Senin, mengatakan dari total anggaran itu, Rp1 miliar dialokasikan untuk penanganan medis yang telah dikucurkan Dinas Kesehatan setempat.

“Sebelum dikeluarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri, kita sudah mengupayakan dari segi anggaran, yakni dengan realokasi dan ‘refocusing’ anggaran, nilainya kurang lebih Rp45 miliar dan ini sudah ada sisa dari dana BTT sebesar Rp2,5 miliar,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Magelang.

Loading...

Surat Keputusan Bersama Menkeu dan Mendagri dengan nomor 119/2813/SJ dan nomor 177/KMK.07/2020 tentang percepatan penyesuaian anggaran pendapatan dan belanja daerah pada 2020 dalam rangka penanganan COVID-19, serta pengamanan daya beli masyarakat dan perekonomian nasional.

Selain itu, upaya lainnya dengan realokasi dan efisiensi belanja sesuai arahan SKB tersebut, yakni pada belanja modal, belanja barang, belanja jasa dan lain sebagainya.

Wawan mengatakan saat ini terjadi koreksi atas pendapatan negara mencapai Rp500 triliun akibat pandemi COVID-19. (her/wan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: