Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Antisipasi !! Hari ini Fenomena Solstis Terjadi, ini Dampaknya

Antisipasi !! Hari ini Fenomena Solstis Terjadi, ini Dampaknya

  • calendar_month Kam, 22 Jun 2023

BNews-NASIONAL– Fenomena solstis (solstice) akan terjadi pada Rabu (21/6) besok di seluruh dunia. Apa dampaknya terhadap Bumi?

Dilansir dari unggahan akun Instagram Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), solstis adalah fenomena ketika Matahari melintasi Garis Balik Utara maupun Garis Balik Selatan.

Dua garis itu adalah garis khayal pada bola Bumi yang terletak pada lintang yang senilai dengan kemiringan sumbu Bumi yakni 23,44° LU dan 23,44° LS.

Penyebabnya adalah kondisi Bumi yang berotasi secara miring terhadap ekliptika sekaligus mengorbit Matahari.

“Sehingga ujung sumbu rotasi Bumi selalu menghadap ke arah yang sama yakni Polaris atau bintang kutub (setidaknya hingga dua milenium mendatang, karena mengalami pergeseran bintang kutub),” demikian keterangan ORPA BRIN.

Solstis tentu berdampak terhadap kehidupan sehari-hari di Bumi yakni pergantian musim. Hal itu terutama terasa di negara-negara subtropis dan berlintang tinggi.

Secara astronomis, awal musim ditandai dengan ekuinoks dan solstis. Terlepas dari beberapa kebudayaan lainnya yang membagi satu musim menjadi tiga bagian seperti di Eropa dan India.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Faktor senja

Joe Rao, dosen tamu di Hayden Planetarium, New York, AS, menyebut durasi di atas tak sepenuhnya tepat jika memasukkan durasi senja.

Saat Matahari menghilang di ufuk barat pada barat laut di sore hari, langit tidak langsung menjadi gelap dengan segera. Pun langit tidak benar-benar gelap saat Matahari muncul di ufuk timur pada timur laut di pagi hari. Hal tersebut terjadi karena atmosfer.

Senja didefinisikan sebagai cahaya yang menyebar dari langit pada sore atau pagi hari saat matahari berada di bawah cakrawala dan cahayanya dibiaskan oleh atmosfer bumi.

“Pada musim ini, bagi mereka yang berada di belahan Bumi utara, senja berlangsung paling lama,” ujar Rao.

“Untuk tiap derajat seseorang pergi ke utara garis lintang 40 utara, durasi senja bertambah rata-rata hampir 12 menit,” imbuhnya.

Selain di bulan Juni, solstis juga terjadi pada Desember. Bedanya, solstis Desember terjadi saat Kutub Selatan dan Belahan Bumi Selatan condong ke Matahari, dan di saat yang sama Kutub Utara dan Belahan Bumi Utara menjauhi Matahari. (*)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less