Ancaman Mobil Bensin? Baterai Silikon Baru Lebih Kuat dan Tahan Lama
- calendar_month Sel, 24 Mar 2026

Ancaman Mobil Bensin? Baterai Silikon Baru Lebih Kuat dan Tahan Lama
BNews-TEKNOLOGI – Perkembangan teknologi global terus mendorong transformasi di sektor otomotif, termasuk meningkatnya penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang mulai menggeser dominasi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).
Terbaru, inovasi baterai mobil listrik dikembangkan oleh peneliti dari Pohang University of Science and Technology (POSTECH), Korea Selatan. Mereka berhasil menciptakan baterai berbasis silikon yang dinilai berpotensi menjadi terobosan besar dalam industri kendaraan listrik.
Temuan ini disebut-sebut sebagai langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus mempercepat transisi menuju penggunaan kendaraan listrik secara global.
Salah satu keunggulan utama baterai silikon tersebut adalah daya jelajahnya yang jauh lebih tinggi. Dalam satu kali pengisian daya, baterai ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.000 kilometer.
Namun, pengembangan baterai silikon sebelumnya menghadapi tantangan besar. Material silikon diketahui dapat mengembang hingga tiga kali lipat saat proses pengisian daya, sebelum kembali menyusut.
Untuk mengatasi hal tersebut, berbagai penelitian sebelumnya menggunakan partikel silikon berukuran nano. Meski efektif, pendekatan ini dinilai memiliki kelemahan karena biaya produksi yang tinggi serta proses yang kompleks.
Sebagai alternatif, tim peneliti POSTECH menggunakan silikon dalam skala mikro atau sekitar 1.000 kali lebih besar dibanding partikel nano. Pendekatan ini dinilai lebih efisien, baik dari sisi produksi maupun kapasitas energi yang dihasilkan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Selain itu, untuk mengatasi perubahan volume pada silikon, peneliti memanfaatkan gel polimer elektrolit yang mampu menyesuaikan bentuk mengikuti perubahan material tersebut.
Gel tersebut kemudian diikat secara kimia menggunakan radiasi elektron, sehingga menghasilkan struktur yang stabil; meskipun terjadi proses kembang-kempis pada partikel silikon.
Hasilnya, baterai silikon yang dikembangkan memiliki performa setara dengan baterai lithium-ion konvensional; namun dengan densitas energi sekitar 40 persen lebih tinggi.
Menurut tim peneliti, teknologi ini berpotensi untuk diimplementasikan secara luas dalam industri kendaraan listrik di masa depan.
“Kami menggunakan anoda mikro-silikon, hasilnya tetap baterai yang stabil. Riset ini membawa kita lebih dekat ke sistem baterai lithium-ion densitas-energi-tinggi;” kata Park Soojin dari Pohang University dalam penelitiannya, dikutip dari Postech, Selasa (24/3/2026).
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar