Bea Cukai Magelang Kunjungi Asosiasi Petani Tembakau Bahas Kenaikan Tarif Cukai

BNewsMUNGKID— Jajaran Bea Cukai Magelang kunjungi Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), pertengahan November 2020 lalu. Mereka melakukan hal tersebut perihal rencana kenaikan tarif cukai hasil tembakau periode tahun 2021.

Kepala Kantor Bea Cukai Magelang, Heru Prayitno, memebenarkan terkait kunjuanggan tersebut bersama jajarannya. ”Kami kunjungi APTI perihal rencana kenaikan tarif cukai hasil tembakau periode tahun 2021,” katanya.

Sementara Ketua APTI Jawa Tengah, Wisnu, menyampaikan bahwa pada tahun 2003 impor tembakau di Indonesia mencapai 36 ribu ton. Kemudian pada tahun 2010 impor tembakau bertambah menjadi 96 ribu ton dan pada tahun 2012 mencapai 150 ribu ton.

”Pada saat ini pemakaian tembakau impor sudah lebih dari 60 persen bila dibandingkan dengan pemakaian tembakau lokal. Kebijakan kenaikan cukai harus diimbangi dengan kebijakan tingkat penggunaan tembakau dalam negeri, agar dapat melindungi petani tembakau di Indonesia,” tuturnya.

Kemudian Wisnu menyampaikan aspirasinya bahwa pemerintah hendaknya dapat melindungi petani dengan cara membuat aturan untuk melindungi masyarakat. Sehinga laju impor tembakau dapat dibatasi.

Wisnu juga mengungkapkan bahwa kondisi para petani tembakau saat ini sedang memprihatinkan. Hal ini karena kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau tahun 2020. Yakni yang mencapai 34 persen telah menurunkan daya serap tembakau para pabrik rokok.

Selain itu, harga tembakau di musim ini turun disebabkan kualitas tembakau yang kurang baik karena faktor cuaca. Dan pandemi telah membuat hasil produksi rokok menurun, sehingga penyerapan tembakau juga mengalami penurunan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

”Para petani tembakau meminta agar lembaga pembuat kebijakan tarif cukai hendaknya mengikutsertakan petani tembakau pada waktu merumuskan kebijakan,” tambah Wisnu.

Selain itu, para petani meminta agar pemerintah dapat meninjau ulang kenaikan tarif cukai hasil tembakau ”Apabila tetap dinaikkan hendaknya kurang dari lima persen dan juga membuat barrier untuk membatasi jumlah tembakau impor,” harap Wisnu.

Heru mengatakan bahwa pihaknya akan menampung aspirasi tersebut dan menindaklanjuti kepada lembaga terkait agar dapat mempertimbangkan berbagai pihak yang terdampak terhadap tarif cukai.

”Kami akan selalu memperhatikan kondisi ekonomi di wilayah pengawasan kami dan menampung aspirasi dari warga sekitar untuk mewujudkan kesejahteraan bersama,” ungkap Heru. (bsn/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: