Begini Siswa MTS NU Srumbung Belajar Mitigasi Bencana

BNews—SRUMBUNG— Hidup dikawasan rawan bencana senantiasa membuat masyarakat harus belajar mitigasi bencana sejak dini. Sama halnya para siswa-siswi MTs Ma’arif NU Tegalrandu Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang yang sehari hari tinggal dan beraktifitas di kawasan bencana Gunung Merapi Kabupaten Magelang (21/7).

 

Mereka menggelar Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) kepada 95 peserta didik barunya. “Kami berikan materi kesiapsiagaan ini sangat penting diberikan kepada peserta didik di madrasah ini, karenasekolahnya berada di kawasan rawan bencana (KRB 3) bencana Gunung Merapi,” ungkap Kepala MTs Ma’arif NU Srumbung, Mabar.

 

Sedangkan untuk pemateri mitigasi bencana ini, mereka tidak perlu jauh-jauh mencarinya, karena salah seorang guru di di sekolahan tersebut juga menjadi salah satu relawan kebencanaan.

 

“Kebetulan salah satu Guru di Madrasah ini, Zen Hilali, yang akrab disapa Pak Zen tergabung dalam Paguyuban Siaga Merapi (PASAG MERAPI) dan pernah menjadi Fasilitator Wajib Latih Penanggulangan Bencana (WLPB) tahun 2014 sehingga dalam hal pemateri kami sudah siap,” Imbuhnya.

 

“Untuk Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ini kami berikan waktu satu hari penuh, disela kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik (MOPDIK) tahun pelajaran 2018/2019,” tandasnya.

 

Sementara Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Harun, menambahkan, materi Pengurangan Risiko Bencana kalau disampaikan dalam satu hari jelas tidak maksimal, oleh karenanya dalam tahun pelajaran ini kami akan memasukkan materi ini kedalam kurikulum madrasah.

 

“Pengurangan risiko bencana yang diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah/madrasah, dalam jangka pendek bertujuan untuk membuat peserta didik merasa aman saat terjadi bencana dan dapat menjadi agen perubahan penyebaran pengetahuan terutama bagi keluarga mereka dan masyarakat disekitanrnya,” ungkapnya.

 

Harun juga menambahkan, dalam jangka panjang PRB ini bertujuan mempersiapkan anak-anak sebagai generasi mendatang dengan pengetahuan pencegahan, mitigasi, dan kesiapan terhadap bencana.”Hal ini tentunya juga menjadi salah satu bentuk upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tangguh terhadap bencana,” tambahnya.

 

“Untuk itulah sekolah/madrasah selayaknya dapat menjadi tempat yang aman terhadap bencana, sekaligus tempat anak-anak mempelajari pengetahuan tentang penyelamatan diri dalam mengurangi dampak bencana,” pungkasnya. (bsn)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: