Berdalih Sayang, Paman di Jogja Cium dan Remas Dada Keponakannya Sendiri

BNews—JOGJAKARTA— Seorang paman di Kulon Progo berinisial AIS, 45, diduga melakukan pencabulan terhadap keponakannya sendiri yang masih berusia 14 tahun. Pelaku tega diduga mencium pipi dan meremas payudara karena berdalih sangat menyayangi korban.

”Pelaku ini paman dari korban yang rumahnya bersebalahan dengan rumah korban,” kata Kapolres Kulon Progo AKBP Muharomah Fajarini , Kamis (25/11).

Aksi bejat ini ternyata sudah dilakukan pelaku sebanyak dua kali. Pertama pada 19 Oktober lalu di rumah pelaku di Kapanewon pengasih. Aksi kedua dilakukan selang empat hari di rumah korban. 

Aksi pencabulan ini dilakukan pelaku saat rumah dalam kondisi sepi. Kebetulan pelaku memiliki anak perempuan dengan usia hampir sama dengan korban. Saat kejadian anak korban sedang keluar membeli bakso.

Saat itu korban berada di kamar anaknya dan tertidur. Pelaku memanfaatkan kondisi rumah yang sepi dengan mengunci pintu dan ikut tidur di samping korban. Saat itulah pelaku mencium pipi dan meremas payudara korban.

”Pelaku berdalih melakukan itu karena sayang dengan korban,” katanya.

Korban yang tidak terima diberlakukan seperti itu kemudian mengadu kepada orang tuanya. Kasus ini selanjutnya dilaporkan ke Polres Kulon Progo melalui aplikasi Humas Presisi. Berbekal laporan ini, polisi melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Berdasarkan pemeriksaan, pelaku mengakui telah mencabuli korban. Kami juga amankan barang bukti pakaian korban dan pelaku,” katanya.

Sementara itu, AIS mengaku khilaf saat melakukan perbuatan itu. Semuanya dilakukan di luar pikiran dan kesadaran. Meski begitu ia dalam kondisi sadar dan tidak terpengaruh minuman keras.

“Saya khilaf, seperti di luar pikiran. Saya tidak sadar itu,” katanya. 

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76E Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sebagaimana telah kembali diubah dengan Undang-Undang No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan pemerintah pengganti Undang Undang No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 290 ke 2e KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

”Ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” tegasnya. (ifa/han)

Sumber: iNews

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: