Beringin Raksasa Ratusan Tahun di Lereng Merapi Magelang Tumbang
- calendar_month Ming, 8 Mar 2026

Pohon Beringin Berusia Ratusan Tahun di Lereng Merapi Magelang Tumbang
BNews-MAGELANG – Sebuah pohon beringin tua yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun tumbang di Dusun Gowok Ringin, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/3/2026) petang sekitar pukul 19.30 WIB, saat sebagian warga sedang melaksanakan ibadah Salat Tarawih di masjid setempat.
Tumbangnya pohon yang selama ini menjadi ikon dusun tersebut sempat mengejutkan warga. Pohon beringin berukuran besar itu roboh hingga akar-akarnya terangkat dari tanah, meskipun saat kejadian tidak disertai hujan maupun angin kencang.
Namun, pada sore hari sebelumnya sempat terjadi hujan lebat di kawasan lereng Gunung Merapi tersebut.
Pemudi setempat, Cahya Arrum Manggali (25), yang juga warga Dusun Gowok Ringin, menuturkan bahwa kejadian itu berlangsung tiba-tiba saat suasana kampung relatif sepi karena warga tengah melaksanakan ibadah.
“Waktu itu sekitar pukul 19.30 WIB, sebagian warga sedang Salat Tarawih di masjid. Tiba-tiba terdengar suara keras dari arah pohon beringin yang selama ini jadi penanda dusun kami,” ujarnya saat diwawancarai pada Minggu (8/3/2026).
Menurut Arrum, pohon beringin tua tersebut tumbang ke arah jalan alternatif yang menghubungkan Magelang dengan Boyolali. Akibatnya, akses jalan tersebut sempat tertutup total oleh batang dan ranting pohon yang berukuran besar.
Selain menutup jalan, pohon tersebut juga sempat menimpa bagian rumah warga yang berada di dekat lokasi kejadian. Beruntung, kerusakan yang terjadi hanya bersifat ringan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Batangnya jatuh ke arah jalan alternatif Magelang–Boyolali, jadi sempat menutup akses jalan. Ada juga bagian rumah warga yang terkena, tapi kerusakannya ringan,” kata Arrum.
Dalam kejadian tersebut, dua orang warga dilaporkan mengalami luka ringan. Keduanya saat itu sedang berjalan menuju masjid untuk melaksanakan Salat Tarawih ketika pohon tersebut tiba-tiba roboh.
“Dua warga sempat terkena bagian ranting saat mereka hendak ke masjid. Tapi syukurlah hanya luka ringan dan tidak sampai harus dirawat lama,” jelasnya.
Pohon beringin tersebut selama ini dikenal sebagai simbol Dusun Gowok Ringin. Bahkan, nama dusun tersebut diambil dari keberadaan pohon beringin yang telah lama tumbuh di lokasi tersebut.
Usai kejadian, warga langsung bergerak melakukan kerja bakti untuk mengevakuasi batang dan ranting pohon yang menutup jalan. Tidak hanya warga Dusun Gowok Ringin, masyarakat dari dusun-dusun sekitar juga turut membantu proses pembersihan.
Menariknya, sejumlah warga dari Desa Tlogolele, Kabupaten Boyolali, yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian juga datang membantu tanpa diminta. Mereka bahkan membawa peralatan masing-masing untuk mempercepat proses pembersihan.
“Warga langsung gotong royong membersihkan pohon yang tumbang. Bahkan dari Tlogolele, Boyolali juga banyak yang datang membantu tanpa diminta. Mereka sudah datang membawa alat sendiri,” ungkap Arrum.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Selain masyarakat, proses evakuasi juga melibatkan sejumlah unsur terkait seperti BPBD, Koramil, Polsek, serta para relawan yang turut membantu menyingkirkan batang pohon dari badan jalan.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap pohon yang telah menjadi bagian dari sejarah dusun, warga berencana menggelar selametan dan doa bersama. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 Maret 2026 setelah Salat Tarawih.
Dalam kegiatan tersebut, warga juga berencana melakukan penanaman kembali pohon beringin sebagai penerus pohon lama yang telah tumbang. Penanaman akan dilakukan di halaman rumah Kepala Dusun yang berada tidak jauh dari lokasi pohon sebelumnya.
“Rencananya tanggal 15 Maret nanti setelah Tarawih akan ada selametan dan doa bersama di halaman rumah Pak Kadus. Sekaligus penanaman kembali pohon beringin dari bibit pohon sebelumnya di lokasi yang sama sebelumnya,” pungkas Arrum. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2









Saat ini belum ada komentar