BMKG Gelar Sekolah Iklim Bagi Petani Tomat Lereng Merbabu

BNEWS—NGABLAK—Sekolah Lapang Iklim (SLI) bagi petani tomat digelar Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hal itu untuk memberikan pemahaman ilmu cuaca dan iklim bagi petani dalam mengantisipasi serangan hama atau gagal panen.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Jogoyasan Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang, (03/08/2020). Secara simbolis Kepala BMKG Dwi Korita Karnawati bersama Kelala Dinas Pertanian Romza Ernawan membuka SLI dengan tanam perdana tanaman tomat.

Tomat merupakan tanaman Hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Saat ini harga tomat dari petani mencapai Rp 5000/kg.

“Harapannya dengan SLI kesejahteraan petani semakin meningkat,” kata Dwi Korita disela sela kegiatan tersebut.

Dwi Korita menjelaskan, seiring berjalannya waktu kalender pertanian Jawa Pranoto Mongso semakin sulit menyesuaikan pada perubahan iklim global saat ini. Kemajuan teknologi dan transportasi juga berpengaruh terhadap perubahan iklim saat ini.

Lanjutnya, bahwa petani juga harus beralih dari konfensional ke digital, membuka membaca iklim sebelum tanam melalui media resmi BMKG. Melalui aplikasi itu petani dapat melihat potensi cuaca pada tujuh hari kedepan.

“Iniah yang akan diajarkan dalam SLI, agar petani bisa mandiri, mahir menghadapi kekeringan terjadi,” jelasnya.

Loading...

SLI Tomat ini di ikuti 27 petani Ngablak dan 3 PPL Dinas Pertanian Kabupaten Magelang. Metode pembelajaran adalah interaktif dan praktek lapangan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

Sementara itu, Kepala Stasiun Iklim Kelas I Semarang Tuban Wiyoso mengungkapkan Sekolah Lapangan Iklim Tanaman Tomat merupakan kerjasama BMKG dengan Pemerintah Kabupten Magelang dan Anggota DPR RI Komisi V Sujadi.

SLI Tomat ini, kata dia, merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan khususnya Pajale yang meluas ke hortikuktur melalui pengolahan iklim. Petani mampu melakukan adaptasi terhadap iklim ekstrim seperti banjir dan kekeringan.

“SLI dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani memanfaatkan informsi iklim cuaca dalam pertanian,” pungkas Tuban.

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: