Borobudur Highland Menoreh Siap Ditawarkan Investor

BNews–GRABAG– Kawasan Otorita Borobudur Highland dibuat oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) sejak tahun 2028 silam. Dan hal tersebut akan dikuatkan dan akan ditawarkan kepada para investor tahun 2020 ini.

Perlu diketahui, Borobudur Highland adalah sebuah produk antara atau yang sering disebut etalase, dalam bentuk glamours glamping. “Nanti akan kami tunjukan kepada para investor terkait Borobudur Hidhland Menoreh ini. Dimana lokasi itu cocok untuk kawasan pariwisata,” ungkap Direktur Pemasaran Pariwisata, Agus Rochiyardi.

Dalam Fokus Group Discussian (FGD) oleh BOB di Grabag kemarin (25/2/2020), Ia juga memaparkan bahwa BOB akan menguatkan lagi kawasan tersebut. “Kita nanti akan menawarkan dua produk wisata baru yang akan dikembangkan dengan konsep baru. Pertama adalah wisata kesehatan, downhill (sepeda gunung), yang berada di kawasa D’loano,” imbuhnya.

Dijelaskannya, terkait dipilihnya jenis cabang olahraga tersebut, karena saat kunjungan dua menteri beberapa waktu lalu di kawasan BOB berstatemen untuk membuat wisata kesehatan. Dimana hal itu  akan menjadi kekuatan untuk menarik wisatawan manca negara.

“Nah kita merespon itu dengan membuat downhill, nah di sana nanti ada tiga track. Panjang masing-masing track yaitu 1,2 Km, 1,3 Km dan 3 Km,” terang Agus.

DOWNLOAD APLIAKSI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Lanjutnya, Nantinya di jalur sepanjang tiga Km ini akan lebih banyak melibatkan penduduk desa, karena akan masuk menyusur ke desa-desa. Agus berharap agar desa akan ikut terlibat dengan adanya kegiatan wisata downhill tersebut.

Loading...

“Jangan sampai kita mempunyai kegiatan, desa di sekitar kita itu tidak terlibat,” tegasnya.

Dipaparkannya juga yang kedua, bahwa BOB akan mengembangkan wisata bukit Jaran yaitu semacam gardu pandang yang esensinya sama dengan gardu pandang yang lain. Namun memiliki konsep beda dari yang lain.

“Esensinya sama tetapi kita mengundang arsitek atau desainer internasional dengan konsep kita melihat Borobudur dari Yogyakarta tepatnya di Kulonprogo,” jelas Agus.

Sementara itu, Direktur Utama BOB , Bisma Jatmika menambahkan bahwa persiapan untuk wisata olahraga downhill sudah dibuatkan track/jalurnya. Kabar baiknya jalur itu telah dicek oleh Union Cycliste Internationale (UCI).

“Track tersebut sudah layak dan aman untuk digunakan. Sedangkan untuk Bukit Jaran, sedang dalam tahap perencanaan,” jelas Bisma.

Menurut Bisma, wisata Bukit Jaran sendiri harus memiliki hubungan yang lebih terasa antara kawasan BOB dengan Candi Borobudur. Sebab Borobudur ini merupakan sesuatu yang Anker Atraction.

“Nah kita menikmati Borobudur dari situ, dan kita memang ada cita-cita di anjungan pandang tersebut. Konsepnya menyampaikan, seperti ada story tellingnya bagaimana kita memahami Borobudur dan sekitarnya menggunakan teleskop untuk bisa melihat Candi Borobudur dan sekitarnya,” paparnya.

Lanjut Bisma, jadi dua itu penting. Apalagi untuk downhill tidak hanya satu kali penyelenggaraan saja ini adalah satu rangkaian dalam kejuaraan.

“Dan di kick off untuk tahun ini ada di tempat kami, dan itu bagaimana desanya juga siap. Desa itu ada di Desa Sedayu yang saat ini ada Pasar Menoreh, ini akan menjadi activitynya. Jadi mereka akan menerima tamu dan mendapatkan manfaatnya itu,” paparnya.

Diungkapkanya juga bahwa selain Desa Sedayu pihaknya juga telah mempersiapkan Desa Benowo menjadi jalur track downgill. “Saat ini kan masuk ke Desa Sedayu tapi nanti kita akan masukkan Desa Benowo,” ungkapnya.

Ia menyampaikan memang secara jalur jalan mobil, itu kondisi jalannya masih kurang bagus. “Hal itu karena akan kita hubungkan activity tersebut dengan fun bike jadi sama-sama, Desa Benowo mendapatkan manfaat,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: