Borobudur Moon Perdana, Wisata Malam di Candi Borobudur yang Wajib Kamu Kunjungi!
- calendar_month Sen, 29 Sep 2025

Kolaborasi Seni Magelang–Bali Meriahkan Borobudur Moon_Foto AI
BNews—MAGELANG— Masyarakat akan segera dapat menikmati suasana malam di Candi Borobudur melalui acara Borobudur Moon yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2025.
Acara ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, Jawa Tengah, dan akan dilaksanakan bertepatan dengan momen bulan purnama.
Kepala Bidang Pemasaran dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Zumrotun Rini; menyampaikan bahwa lokasi acara Borobudur Moon berada di Marga Utama, kompleks Candi Borobudur.
Untuk acara perdana ini, masyarakat akan dibebaskan dari biaya tiket masuk agar bisa menikmati keindahan malam purnama di situs bersejarah tersebut.
“Ke depan berbayar. Masih dibahas (nominalnya),” ujar Zumrotun saat dihubungi Kompas.com pada Senin (29/9/2025).
Rangkaian acara Borobudur Moon perdana akan menampilkan tiga sanggar tari dari Kabupaten Magelang serta kelompok tari asal Kabupaten Gianyar, Bali.
Zumrotun menjelaskan bahwa pelibatan kelompok tari dari Gianyar merupakan hasil kerja sama wisata yang telah disepakati antara Pemkab Magelang dan Pemkab Gianyar.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Acara Borobudur Moon semula dijadwalkan berlangsung pada awal bulan lalu, namun terpaksa dibatalkan akibat kerusuhan demonstrasi yang terjadi sepanjang Agustus hingga September 2025.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji disebut berkeinginan menghadirkan wisata malam di kawasan Candi Borobudur.
“Borobudur Moon akan dilaksanakan setiap bulan purnama. Harapannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” paparnya.
Isu ekonomi di kawasan Candi Borobudur juga turut disoroti oleh Camat Borobudur, Subiyanto.
Dia mencatat bahwa angka kemiskinan di Kecamatan Borobudur mencapai 18,24 persen berdasarkan verifikasi data kemiskinan yang merupakan program dari Grengseng Pamuji.
“Menjadi hal yang sangat anomali ketika kita tinggal di kawasan destinasi super prioritas Borobudur,” cetusnya, seperti dikutip Kompas.com (26/9/2025).
Ia juga menambahkan bahwa keputusan pembatasan jumlah kuota pengunjung ke Candi Borobudur telah mengubah pola kunjungan wisatawan dari yang bersifat massal menjadi terbatas. (*)
About The Author
- Penulis: Purba Ronald





Saat ini belum ada komentar