Bukan Diganggu Jin, Ini Pengertian dan Cara Menghadapi Tindihan
- calendar_month Sen, 19 Jul 2021

Ilustrasi seseorang tidur dan memiliki mimpi
BNews—MAGELANG— Gejala sleep paralysis atau orang Indonesia biasanya menyebut dengan “tindihan” adalah ketika Anda tidur kemudian terbangun untuk bergerak namun tubuh tak merespon dan berfikir itu hanyalah mimpi.
Namun Anda jelas sedang tersadar, setelah itu mencoba untuk meminta bantuan tetapi mulut tetap tak bisa bersuara. Jadi, Anda berbaring di tempat tidur lalu merasakan seperti ada orang asing yang ada di tubuh Anda sendiri.
Fenomena ini mungkin belum didengar oleh banyak orang, namun saat ini sekitar 7,6% orang menderita kondisi ini dan setidaknya sekali di dalam hidup mereka, atau bahkan jika kita mungkin tak dapat mengingatnya nanti.
Jadi, sebenarnya apa itu sleep paralysis atau tindihan? Berikut penjelasannya yang dilansir dari Brightside.
Sleep paralysis atau kelumpuhan tidur
sleep paralysis atau kelumpuhan tidur adalah keadaan di mana seseorang sadar tetapi tidak dapat bergerak atau berbicara. Biasanya terjadi selama salah satu dari 2 transisi: ketika Anda tertidur atau bangun.
Seseorang mengalami sensasi kelumpuhan dan perasaan berat, seperti seseorang atau sesuatu yang sangat berat sedang duduk di atasnya. Ini biasanya disertai dengan halusinasi, yang membuat situasinya jauh lebih menakutkan.
Kehilangan kendali atas tubuh sendiri
Tidak peduli seberapa keras mencoba, jika Anda mengalami kelumpuhan tidur, tidak ada yang dapat dilakukan untuk membangunkan tubuh Anda. Beberapa orang dapat menggerakkan jari tangan atau kaki mereka, menyebabkan mereka akhirnya bangun.
Orang sering menggambarkannya sebagai ‘pengalaman di luar tubuh’. Kelumpuhan tidur dapat berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa menit.
Anda mengalami mimpi buruk dan halusinasi
Gejala utama kelumpuhan tidur termasuk halusinasi dan mimpi buruk. Namun, ini sangat berbeda dengan mimpi yang Anda lihat saat Anda tidur. Faktanya, ‘halusinasi’ ini terjadi ketika pikiran Anda waspada dan Anda merasa terjaga. Hal ini membuat situasi dua kali lebih meresahkan.
Saat lumpuh, orang cenderung melihat sosok bayangan dan mendengar suara seram. Kadang-kadang disertai dengan perasaan diseret dari tempat tidur, terbang, atau getaran mengalir di seluruh tubuh.
Keputusasaan juga ikut bermain dan kita mulai kehilangan kendali dan panik. Tidak heran jika kita mungkin menderita perasaan cemas tambahan ketika mereka tidak dapat berteriak atau bergerak.
Lantas, mengapa itu kelumpuhan tidur terjadi? Saat kita tidur, tubuh kita masuk dan keluar dari tidur REM (rapid eye movement). Otak kita mengirimkan perintah ke otot kita untuk rileks, dan kita memasuki keadaan atonia.
Keadaan ini diperlukan untuk membatasi gerakan fisik kita sehingga kita tidak akan mewujudkan impian kita. Nah, kelumpuhan tidur terjadi ketika tubuh kita mengalami masalah dalam melakukan transisi itu. Kita bangun, tetapi otot gagal untuk keluar dari atonia.
Ada beberapa kemungkinan penjelasan mengenai halusinasi. Salah satunya adalah bahwa bagian otak kita yang bertanggung jawab atas rasa takut dan emosi sangat aktif dalam REM. Ini bekerja, sementara tidak ada di sekitar kita yang menunjukkan bahaya. Jadi otak kita menebusnya dan muncul dengan bayangan dan suara yang menyeramkan.
Bagaimana menghadapinya? Umumnya, dokter menyarankan untuk mengadopsi kebiasaan tidur yang lebih sehat. Sebagai contoh:
- Pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
- Tidak ada kafein atau zat sebelum tidur.
- Hindari tidur telentang atau tengkurap.
- Jauhkan barang elektronik dari kamar tidur.
Tapi yang paling penting adalah tetap tenang dan tidak panik. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar