Dalang Muda Asal Magelang, Ki Wisnu Pradana Pentaskan Wayang Kulit Lakon Jumenengan Dasamuka
- calendar_month Ming, 8 Feb 2026

Dalang muda asal Magelang, Muhammad Ilham Wisnu Pradana, menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di halaman rumahnya, di Dusun Banaran, Desa Keningar, Kecamatan Dukun, Sabtu (7/2) malam hingga Minggu (8/2) dini hari.
BNews–MAGELANG– Dalang muda asal Magelang, Muhammad Ilham Wisnu Pradana, menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di halaman rumahnya, di Dusun Banaran, Desa Keningar, Kecamatan Dukun, Sabtu (7/2) malam hingga Minggu (8/2) dini hari.
“Pagelaran pentas wayang kulit ini salah satu tujuannya memang dalam rangka uji kompetensi keahlian seni pedalangan SMKI Jogjakarta atau SMK Negeri 1 Kasihan Bantul. Sebelum detik-detik kelulusan kelas 12,” jelas Wisnu sebelum tampil, pada Sabtu (7/2).
Untuk cerita dan lakon yang dibawa pada pagelaran ini, jelas Wisnu, adalah diambil dari naskah serat purwokondo yaitu dari Kraton Jogjakarta. Dengan lakon Jumenengan Dasamuka.
Pemilihan cerita dan lakon ini, kata Wisnu, juga sudah melalui filter dari para guru. Karena sebelum tampil, dirinya rutin untuk melakukan konsultasi naskah dengan guru-guru pedalangan di sekolah.
Selain itu, pemilihan lakon ini karena dirinya memang tertarik dengan cerita tersebut. Karena menyangkut konflik kerajaan, tentang dua raja yang berebut kekuasaan dalam satu negara.
Wisnu menjelaskan, pesan moral yang ingin disampaikan dalam lakon yang diambil ini, tentunya apa yang bukan hak miliknya sebaiknya jangan mengklaim hak tersebut.
“Apa yang bukan hak milik kita, sebaiknya jangan kita merasa hak tersebut. Karena itu memang bukan hak milik kita, jadi kita harus menerima,” jelasnya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Untuk persiapan pentas ini, kata Wisnu, sudah sekitar dua bulan lebih. Selain dirinya yang tampil, Wisnu juga mengaku, mengajak teman-teman sekolah khususnya di jurusan kelas karawitan maupun teman kelas pedalangan lainnya.
“Selain itu, saya juga meminta tolong pengrawit-pengrawit senior yang ada di daerah Magelang untuk juga membantu pementasan ini,” ujarnya.
Wisnu sendiri mengenal kesenian wayang ini sejak duduk di bangku SMP. Salah satu tokoh yang membuat dirinya tertarik dengan wayang adalah almarhum Ki Seno Nugroho.
Saat ditanya mengenai tujuan setelah lulus dari SMKI Jogjakarta atau SMK Negeri 1 Kasihan ini, Wisnu mengatakan, dirinya ingin melanjutkan kuliah di UGM Sastra Jawa dan pilihan lainnya di Pendidikan Bahasa Jawa UNY.
Sementara itu, Kepala SMKI Jogjakarta (SMK Negeri 1 Kasihan Bantul), Agus Suranto mengatakan, pagelaran ini salah satu tujuannya memang merupakan bagian dari ujian kompetensi keahlian dan keterampilan menjelang kelulusan.
Ia menjelaskan, dalam uji kompetensi ini, biasanya pihak sekolah yang akan menyelenggarakan.
Namun, jika ada permintaan dari orang tua maupun permintaan masyarakat untuk sekalian menggelar pertunjukkan wayang di rumahnya contohnya seperti Wisnu ini, pihak sekolah tetap akan tetap memberikan kesempatan dan mendukung uji kompetensi tersebut.
Untuk juri maupun penilai dalam uji kompetensi ini selain dari guru sekolah, pihaknya juga mendatangkan juri tamu dari Pepadi maupun Kraton Jogjakarta.
“Untuk juri tamu malam ini ada dua yakni, dari Pepadi dan Sanggar Seni Wulan Tumanggal Jogjakarta,” ujarnya.
Untuk jumlah siswa yang akan mengikuti uji kompetensi seni pedalangan di SMKI kali ini ada 11 siswa. Namun, salah satunya diujikan pada malam hari, sedangkan yang lain akan dirancang di sekolah. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7


Saat ini belum ada komentar