Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Ziarah Spiritual P4SK Magelang: Napak Tilas Jejak Ulama Pendiri Pesantren

Ziarah Spiritual P4SK Magelang: Napak Tilas Jejak Ulama Pendiri Pesantren

  • calendar_month Rab, 21 Mei 2025

BNews-MAGELANG- Dalam semangat memperingati Hari Kebangkitan Nasional, jajaran Pengurus Cabang Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Kaffah (P4SK) Kabupaten Magelang yang baru dilantik, melaksanakan ziarah dan napak tilas ke makam para pendiri (Muassis) P4SK pada Selasa, 20 Mei 2025.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua P4SK Cabang Magelang, KH. Mizan Sya’roni atau akrab disapa Gus Mizan; diikuti oleh 26 pengurus baru; serta sejumlah tokoh ulama dan penasehat.

Antara lain seperti KH. R. Maimun Muslih, KH. Mahyat Abror, KH. Ghufron Alvi, dan KH. Nasta’in. Dari unsur pengurus harian hadir KH. Najib Abdur Rozaq, KH. Athourrohman Asmawi, KH. Nur Achsan, dan Gus Muntaqo.

Ziarah ini dilakukan ke sejumlah makam tokoh ulama kharismatik pendiri P4SK yang tersebar di wilayah Eks-Karesidenan Kedu dan sekitarnya.

Antara lain KH. Chudlori – Tegalrejo, Magelang, KHR. Alwi – Bandongan, Magelang, KH. Muntaha Al-Hafidz – Wonosobo; KH. Nawawi Shiddiq – Berjan, Purworejo, KH. Mandzur – Temanggung,dan KH. Sururuddin – Kebumen.

Rangkaian ziarah dimulai dari makam KH. Chudlori di Tegalrejo, lalu dilanjutkan ke Bandongan, Temanggung, Wonosobo, Kebumen, dan diakhiri di Purworejo.

Menurut Gus Mizan, ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang sarat makna dan keberkahan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

“Kami datang memohon berkah dari Allah melalui para muassis. Mereka bukan hanya ulama besar, tetapi juga pejuang Islam yang visioner dan arif. Semoga perjuangan mereka menjadi inspirasi bagi kami dalam berkhidmat kepada masyarakat dan pesantren,” ujarnya.

Selain sebagai bentuk tabarrukan (mengharap berkah), kegiatan ini juga menjadi wujud penghormatan kepada perjuangan ulama terdahulu yang telah mengabdikan hidupnya untuk Islam, umat, dan pesantren.

Gus Mizan menekankan bahwa para muassis P4SK meninggalkan warisan keilmuan dan nilai-nilai perjuangan yang sangat penting untuk dilanjutkan oleh generasi muda, khususnya oleh jajaran P4SK saat ini.

“Ziarah ini adalah momentum untuk memperbarui niat dan memperkuat amanah keilmuan, kepesantrenan, serta amanah jam’iyyah yang diwariskan para muassis,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan makam para ulama menjadi simbol keutamaan ilmu dan perjuangan, serta pengingat bahwa dakwah dan pendidikan Islam yang diwariskan oleh para ulama harus terus berinovasi tanpa meninggalkan akar salafiyah.

“Kami berharap ziarah ini menjadi penguat semangat dalam meneruskan perjuangan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah serta pengembangan pesantren salaf yang adaptif terhadap zaman,” imbuhnya.

Gus Mizan yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Nihadlul Muta’allimin, Setepeng, Bambusari, Kajoran, menutup kegiatan dengan menegaskan bahwa walaupun para muassis telah wafat, namun perjuangan dan pengaruh mereka masih hidup dan terus menginspirasi umat Islam, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Kehadiran kami di pusara para muassis adalah bukti bahwa perjuangan mereka tetap hidup. Warisan dakwah dan ilmu yang mereka tanamkan terus tumbuh dan berkembang bersama P4SK di berbagai daerah,” pungkasnya. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less