Dengan Segala Potensinya, Magelang Harusnya Berkelas Internasional

KABUPATEN Magelang adalah sebuah Kabupaten yang terletak di sebelah tenggara dari Propinsi Jawa Tengah. Letak Kabupaten ini perbatasan langsung dengan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebaran kotanya dilintasi jalur utama Semarang-Jogja.

Nama Magelang sudah tidak asing lagi dari sejak jaman sejarah revolusi kemerdekaan hingga saat ini. Secara regional dan nasional siapa yang tidak tahu SMA Taruna Nusantara dan tentunya Akademi Militer ( AKMIL)?? Kedua institusi pendidikan yang kondang tersebut ada di wilayah Magelang baik kota atau pun kabupaten.

Advertisements


Secara dunia internasional, siapa yang tidak tahu Borobudur Temple (Candi Borobudur) dan Merapi Volcano (Gunung Merapi)?? Kedua icon dunia tersebut terletak di wilayah Magelang. Semua penduduk dunia mengetahui dan memberi atensi kepada keajaiban dunia tersebut.


Tetapi, sebagai orang asli yang lahir di Magelang saya kadang merasa prihatin dan sedih membaca tulisan bahwa Candi Borobudur yang hebat itu dikelola oleh BUMN  yaitu PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko dan pemda Magelang tidak mendapatkan apa apa baik dari penjualan tiket atau pun retribusi pajaknya. Mengutip lagu Rhoma Irama “sungguh terlalu”.

Belum lagi potensi Gunung Merapi dengan berbagai kelebihannya baik dari sisi keilmuan kegunungapian dunia, potensi wisata alam merapi dan juga potensi Sumber Daya Alamnya yang berkualitas tidak tergarap secara maksimal. Justru pemda Magelang cenderung menjadi penonton dari icon besar dunia tersebut. Masih minim feed back positif dan produktif dari adanya Candi Borobudur dan Gunung Merapi.

Kabupaten Magelang menjadi Kabupaten berkelas internasional apakah bisa?? Bisa, jawaban saya.

Pemimpin Magelang harus menjadi pemimpin yang kuat dan visioner. Harus membangun optimisme masyakarat Magelang untuk maju dan produktif. Berpikir global internasional tetapi tetap tidak meninggalkan kearifan lokal.

Penulis sangat berharap adanya keberanian dari Bupati Magelang beserta semua pihak terkait untuk berjuang agar Pemda Magelang mendapatkan feed back yang lebih positif untuk penambahan PAD Magelang dari adanya Candi Borobudur.

Disamping itu adanya keberanian juga untuk membuat terobosan mengenai semua hal yang terkait Gunung Merapi. Misal, menjadi pusat studi vulkanologi dunia, tujuan wisata dunia setelah Candi Borobudur.

Ibarat komputer, Magelang sudah memiliki perangkat keras (hard ware) kelas dunia, sekarang saatnya para pemimpin khususnya dan semua masyarakat pada umumnya meng upgrade perangkat lunak kita (soft ware) kita baik visi, pemikiran, kompetensi dan kapasitas nya berkelas dunia atau internasional. Dengan demikian tidak mustahil Kabupaten Magelang tercinta akan menjadi Kabupaten Berkelas Internasional baik dari fisik atau kualitasnya.

Demikian sedikit tulisan dari desa.
“Dari Ndeso Untuk Magelang”
“Dari Ndeso Untuk Indonesia”
“Dari Ndeso Untuk Dunia”

Penulis : Anang Imamuddin

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: