Di Solo, Tidak Tertib Protokol Kesehatan Akan Disanksi Keras

BNews–SOLO– Bagi masyarakat yang ada di Solo atau hendak ke Kota tersebut harus benar-benar memperhatikan protokol kesehetan. Pasalnya Pemkot Solo akan menindak tegas bagi pelanggar protokol kesehatan.

Mereka (Pemkot Solo) tengah menyiapkan sanksi sosial guna menjerat warga yang tidak mengindahkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan mulai Kamis (16/7/2020).

Sanksi yang cukup keras ini bakal tertuang dalam Peraturan Walikota (Perwali). Wacana sanksi ini muncul lantaran banyak warga yang sampai saat ini masih abai terhadap protokol kesehatan.

Padahal, penetapan status kejadian luar biasa (KLB) sudah berlangsung lebih dari tiga bulan. Di saat yang sama, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bengawan terus bertambah.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan sanksi sosial bagi yang melanggar protokol kesehatan itu di antaranya menyita KTP elektronik (e-KTP) pelanggar selama minimal 14 hari. Kemudian warga tersebut diminta membuat surat pernyataan.

“Sanksi lain, kalau masih nekat berkerumun tidak pakai masker, tidak jaga jarak, langsung kami swab di tempat. Ini sejenis sidak [inspeksi mendadak]. Lokasinya Plaza Manahan, Plaza Balai Kota, Taman Jayawijaya, dan tempat publik lain,” kata dia, kepada wartawan, Senin.

Pemkot Solo masih terus mengevaluasi kebijakan pelonggaran yang sudah berlaku sebulan terakhir. Pemkot akan mengundang pengelola tempat hiburan, mal, restoran, kafe, hotel, selter kuliner, dan tempat lain yang kerap mengundang keramaian.

Loading...
DOWNLOAD LAGU-LAGU DIDI KEMPOT DISINI (KLIK)

Sebagaimana diberitakan, Solo terancam masuk kembali ke zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19 setelah ada tambahan 18 kasus baru terkonfirmasi positif pada Minggu (12/7/2020). Wali Kota bahkan menyebut Solo layak masuk zona hitam agar masyarakat waspada.

Selain menyiapkan sanksi bagi warga yang melanggar protokol kesehatan, sebelumnya Pemkot Solo menutup salah satu fasilitas umum yang kerap didatangi warga. Fasilitas umum itu adalah Alun-Alun Kidul atau Alkid Keraton Solo.

Saat didatangi tim gabungan Satpol PP, TNI, dan kepolisian untuk sosialisasi pada Minggu sore, tim menemukan banyak orang berkerumun tanpa memperhatikan jarak. Banyak pula ibu hamil dan anak-anak di bawah 15 tahun dan tak memakai masker. (*/Dek)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: