Perhatikan! Ini 7 Cara Mengatasi Asam Lambung Naik saat Puasa

BNews—KESEHATAN— Asam lambung naik saat puasa bisa mengganggu kenyamanan saat beraktivitas di bulan Ramadan. Kalau asam lambung naik saat puasa, biasanya kamu akan mengalami keluhan berupa mual dan sakit perut.

Ditambah lagi, perut juga terasa tidak nyaman karena menahan lapar. Gabungan kondisi ini bisa saja membuatmu harus membatalkan puasa, apabila sudah tidak sanggup menjalaninya. Meski demikian, ada beberapa cara agar tak harus membatalkan puasa.

Berikut beberapa cara untuk mengatasi naiknya asam lambung saat berpuasa:

1. Langsung berbuka saat waktunya

Gejala asam lambung naik bisa makin parah jika kamu membiarkan perutmu kosong terlalu lama. Oleh sebab itu, begitu memasuki waktu berbuka, kamu sebaiknya sudah menyiapkan makanan dan minuman.

Agar perutmu lebih siap untuk menerima makanan, kamu bisa berbuka puasa dengan makanan yang ringan dan mudah dicerna. Untuk menetralkan asam lambung berlebih, kamu bisa makan buah yang banyak mengandung air, misalnya semangka, buah naga, atau melon, sebagai takjil.

2. Makan sedikit-sedikit sejak berbuka hingga sahur

Daripada langsung makan banyak saat berbuka maupun sahur, kamu sebaiknya makan dalam porsi yang sedikit tapi sering. Soalnya, langsung makan dalam porsi besar saat berbuka bisa membuat lambung penuh dan berisiko membuat asam lambung naik saat puasa keesokan harinya.

Kalau kamu makan sedikit-sedikit tapi sering, lambung jadi bisa mencerna makanan lebih cepat dan produksi asam lambung bisa jadi lebih terkontrol, sehingga asam lambung tidak naik saat berpuasa.

3. Hindari makanan dan minuman tertentu

Makanan pemicu asam lambung naik bisa saja berbeda bagi setiap orang. Namun, secara umum, ada beberapa makanan yang umumnya sering memicu produksi asam lambung. Makanan ini adalah makanan yang pedas, asam, dan berlemak, misalnya gorengan, seblak, mi pedas, atau rendang.

Selain itu, kamu juga sebaiknya mengurangi konsumsi jus jeruk, minuman bersoda, dan kopi, kalau sering mengalami asam lambung naik saat puasa. Soalnya, minuman tersebut bisa memicu asam lambung naik dan melemahkan otot katup di bagian bawah kerongkongan.

Padahal, katup yang bernama sfingter esofagus ini penting dalam mencegah asam lambung naik. Katup ini berfungsi menahan asam lambung dan makanan yang sedang dicerna di lambung agar tidak mengalir ke kerongkongan.

4. Minum air putih yang cukup

Ini juga termasuk salah satu cara mencegah asam lambung naik saat puasa. Dengan cukup minum air putih, yakni sebanyak 8 gelas per hari, asam lambung akan lebih terkontrol sekaligus mencegah dehidrasi saat puasa. Selagi berpuasa, kamu bisa minum air putih selagi sahur dan juga setelah berbuka.

5. Tidak langsung berbaring setelah makan

Langsung berbaring setelah makan bisa memperparah gejala sakit maag karena asam lambung naik. Soalnya, posisi ini memudahkan cairan asam lambung mengalir ke kerongkongan.

Oleh sebab itu, kamu sebaiknya tidak langsung berbaring setelah makan, ya. Setidaknya, makanlah 2–3 jam sebelum tidur agar asam lambung tidak naik saat puasa nanti.

6. Tidur dengan posisi setengah bersandar

Selain tidak langsung tidur setelah makan, kamu juga bisa mengatasi asam lambung naik saat puasa dengan tiduran sedikit bersandar. Kamu bisa menerapkan cara ini menggunakan bantal tambahan di belakang kepala. Hal ini bisa mencegah cairan asam lambung mengalir ke kerongkongan.

Kalau kurang nyaman dengan posisi setengah bersandar, kamu juga bisa tiduran menghadap kiri, ya. Posisi ini cenderung tidak menekan lambung, jadi asam lambung tidak mudah naik.

7. Jaga berat badan yang ideal

Selain berbagai cara di atas, menjaga berat badan yang ideal juga penting untuk dilakukan, lho, agar kamu tidak mengalami asam lambung naik saat puasa. Soalnya, berat badan berlebih membuat cairan asam lambung lebih mudah “bocor” dari lambung dan naik ke kerongkongan. Supaya aman, kamu sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter kalau tertarik untuk menurunkan berat badan.

Kalau sudah menerapkannya tetapi gejala asam lambung naik tetap sering terasa, sebaiknya konsultasikan kepada dokter. Apalagi, kalau sakit maag yang terasa karena kondisi ini sampai membuatmu susah menelan makanan atau muntah. (*)

Sumber: alodokter

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: