Dicabuli Pacarnya, Seorang ABG Lapor Polisi

BNews–NASIONAL– Anak Baru Gede (ABG) zaman sekarang mungkin kalau berpacaran sering diluar batas. Sampai-sampai seperti kasus yang terjadi ini, diduga dicabuli kekasihnya saat pacaran, sang gadis 17 tahun lapor polisi.

Dimana gadis tersebut diketahui berinisial R, 17 warga Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara diduga menjadi korban pencabulan oleh pacarnya inisial KA, 18.

Kuasa Hukum R, Jaka Pramana, mengatakan bahwa kedatangannya ke Mapolda Lampung terkait tindak lanjut dari laporan dugaan pencabulan terhadap Korban R.

“Berdasarkan laporan yang kami terima dari klien, bahwa ada penggantungan laporan ini. Hasil koordinasi tadi, diterima langsung oleh Wassidik (Pengawasan Penyidikan) bahwa harus dibangun komunikasi dengan Polres Lampung Utara,” ungkapnya dikutip kumparan, (25/8).

Jaka menyanyangkan jika kasus ini diduga tidak ditangani secara serius oleh kepolisian. Maka pihaknya mendatangi Polda Lampung agar segera melakukan supervisi ke Polres Lampung Utara.  

“Dari penyidik sana, anak ini (korban) dua kali didatangi bahwa tidak ada di tempat, kami menyayangkan itu. Ini penanganan luar biasa, bahwa terkait jawaban itu tidak ada upaya cukup serius,” tuturnya.  

Korban sendiri diketahui saat ini tengah mengandung dan sudah memasuki masa kandungan 3 bulan. Selaku kuasa hukum Jaka merasa kasihan terhadap korban.  

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Kita upayakan semaksimal mungkin, korban ini mengandung 3 bulan. Kata orang tua korban bahwa bicara soal perut tidak bisa ditutupi,” kata dia.  

Setelah ada pemberitaan yang beredar, sambung Jaka, Polres Lampung Utara telah memanggil kliennya yakni Rosid yang merupakan ayah dari R.  

“Ternyata setelah viral berita kita Polres Lampung Utara panggil klien kita ke kepolisiaan, kalau supervisi kemarin by phone saya bilang kalau dipanggil datang. Karena dipanggil itu hanya seremoni, jadi bapaknya dibilang apakah betul BAP (Berita Acara Pemeriksaan)-nya seperti ini. Dijawab betul,” beber Jaka.  

Dalam kasus ini pun pihaknya menduga jika ada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dilakukan seseorang terhadap Korban R.  

“Ini ada dugaan TPPO, ini dugaannya ada muncikari di balik ini. Kata korban bahwa dia pernah dijual, dikabarakan lebih dari 20 kali diperjualkan. Dengan ancaman nanti diberitahukan kepada keluarga, teman sekolah, dan kepala sekolah,” terangnya.  

Modus sang muncikari tersebut dengan mengajak makan di salah satu restoran, kemudian Korban R ditawarkan suatu pekerjaan.

“Sejak bulan maret, modusnya begitu makan dengan temannya kawannya dekat dengan muncikari itu. Lalu diajak ada kerjaan nih dengan dijanjikan uang lumayan besar. Korban tertarik, lalu ada mobil datang, muncikarinya bilang katanya ‘kalau kamu gak mau naik mobil ini, nanti saya sebarkan. Kalau kamu lapor kamu yang malu sendiri’,” ungkap Jaka.  

JALAN JALAN WISATA KE MAGELANG (KLIK DISINI LENGKAP)

Dalam satu kali kencan, sang muncikari mendapatkan keuntungan Rp 1-2 juta. Namun Korban R hanya diberikan upah sebesar Rp 400 ribu oleh muncikari tersebut. “Jasanya Rp 1 sampai 2 juta, tapi dikasih Rp 400 ribu sama korban ini,” ucapnya  

Serupa juga diungkapkan, Novi Ratna Juwita. Sesama kuasa hukum dari korban R dirinya mendorong Polres Lampung Utara agar untuk segera menangani kasus ini.  

“Kasus itu sudah sampai mana, kita minta ada tingkatan penyidik dari yang sebelumnya di Polres Lampung Utara. Kalau sebelumnya susah cari saksi, kita sudah siapkan saksi-saksi,” tambahnya.  

Maka kedatangannya ini agar Polda Lampung melakukan supervisi ke Polres Lampung Utara dalam dugaan pencabulan anak di bawah umur ini.  

“Jadi intinya ada supervisi ke polres, laporan sudah dari 16 Juli 2020. Sekitar 1 bulan lalu. Apalagi

melihat keadaan keluarganya memprihatinkan, karena orang tua adalah kuli pemecah batu yg banyarannya Rp 20 ribu per kubik,” paparnya.  

Berdasarkan pengakuan Korban R, jika dirinya sudah berpacaran dengan KA sejak 7 bulan lalu. Hingga akhirnya korban diajak menginap bersama KA pada sebuah hotel di Kota Bandar Lampung.  

“Pengakuan korban pacaran sudah 7 bulan lalu diajak ke hotel tanpa sepengetahuan orang tuanya, lalu ditanya temennya gak tahu. Dicek sama kakaknya ternyata benar di hotel itu, lalu dicek lagi sudah hamil 2 bulan, KA ini mau mengajak nikah tapi takut,” pungkasnya.(*/islh)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: