Ditengah Pandemi Covid, Wisata Kesehatan Digalakan Kemenkes dan Kemenparekraf

BNews-NASIONAL– Kabar terbaru masih dalam suasana pandemi dari kementrian kesehatan. Dimana Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali menjalin kerjasama dalam bidang pengembangan wisata kesehatan.

Sebelumnya kedua lembaga tersebut sudah menjalin kerjasama dalam bidang yang sama pada tahun 2017 dan berakhir pada tahun 2020 ini. Kerjasama ini berkomitmen dalam pengembangan dan penyelenggaraan wisata kesehatan Indonesia yang diharapkan Indonesia menjadi destinasi wisata kesehatan bertaraf Internasional.

Pengukuhan kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama Pelaksanaan Wisata Kesehatan Medis, Kebugaran, dan Herbal di Indoneia. Dimana acara tersebut berlangsung di Tawangmangu Karanganyar Jateng, pada Jumat lalu (18/12/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekertaris Jendral Kemenkes RI, Oscar Primadi, mewakili Kementerian Kesehatan; yang didampingi oleh Kepala Pusat Analisis Determinan Kesehatan dan Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (BP2P2TOOT).

Sedangkan dari Kemenparekraf/Baparekraf diwakili oleh Ni Wayan Giri Andayani yang merupakan Sekertaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Sekertaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; yang didampingi oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan serta Deputi Bidang Pemasaran.

Dalam sambutannya, Sekjen Kemenkes, Oscar Primadi mengatakan, bahwa pariwisata memiliki potensi dalam berkontribusi pada pemulihan ekonomi negara selama pandemi COVID-19 ini. Dalam perjanjian kali ini fokus wisata yang dikembangkan adalah wisata medis dan kebugaran. Oleh karena itu, perlu banyak inovasi yang dilakukan untuk mengembangkan potensi wisata ini.

DOWNLOAD ALIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Loading...

“Untuk menyukseskan kerjasama ini, harus dibangun ekosistem dari hulu smpai hilir yang bukan hanya terfokus di sektor kesehatan,” ungkap Oscar.

Sejalan dengan hal itu, Sekertaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Sekertaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Giri Andayani, mengungkapkan bahwa pelayanan kesehatan medis bukan hanya ditujukan untuk orang sakit tetapi juga untuk kecantikan.

Ada beberapa wisata kesehatan medis yang bisa dikombinasikan dengan wisata kebugaran dan herbal. Untuk itu perlu sinergi dan kesinambungan dalam menyukseskan program kerjasama ini.

“Pengembangan wisata kesehatan dan herbal tentunya akan mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia yang selama ini sudah dijalankan,” kata Giri.

Dalam sambutannya secara virtual, Menkes Terawan Agus Putranto, mengungkapkan bahwa pengembangan wisata kesehatan dilakukan dengan memperluas penetrasi usaha. Dimana yang nantinya akan menghasilkan manfaat yang lebih signifikan bagi pembangunan Nasional.

Tidak hanya itu peningkatan mutu layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat.

Menparekraf, Whisnutama, mengatakan pengembangan wisata kesehatan dilakukan untuk mendorong jumlah wisatawan asing di Indonesia. “Pariwisata dapat berjalan jika masyarakat sehat,”tegasnya. (*)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: