Duh!!! 5 Bocil Cabuli 3 Teman Sejenis di Pos Kamling Hingga Musala

BNews—JATENG— Tiga bocah laki-laki disangka mencabuli lima temannya sesam jenis. Aksi pencabulan ini diduga dipicu pelaku sering menonton konten porno sesama jenis melalui telepon pintar.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari. Saat menggelar konferensi pers bersama Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) di Mapolres Tegal Kota, Rabu (9/6).

”Modusnya bujuk rayu, ancaman kekerasan dan menyuruh orang lain melakukan perbuatan cabul terhadap teman-teman bermainnya,” kata AKBP Rita didampingi Ketua LPAI Seto Mulyadi (Kak Seto) dan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Susilaningtias.

Rita mengungkapkan, kelima korban berinisial A,8; A, 7; R, 10; R, 7; dan W, 10. Sementara ketiga pelaku berinisial D, 14; R, 12; dan Z, 14; yang juga masih berstatus pelajar.

Kedelapan anak tersebut, merupakan teman main sehari-sehari dalam satu kelompok. Perbuatan tak senonoh dilakukan di tiga tempat seperti di rumah, pos kampling dan musala dalam kurun waktu 2019 hingga Mei 2021.

Mirisnya, perbuatan tidak senonoh oleh pelaku yang masih di bawah umur lantaran sering menonton konten berbau pornografi sesama jenis melalui handphone.

”Aksi tidak senonoh itu dilakukan para pelaku di suatu tempat dengan terlebih dulu mereka akan menganiaya korban jika tidak mau menuruti keinginannya,” tuturnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Kasus tersebut, kata Rita, terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang mengetahui adanya perbuatan para pelaku. Kemudian, warga melaporkan ke pihak kepolisian.

“Motif pelaku, memenuhi hasrat seksual akibat pelaku menyaksikan konten-konten pornografi sesama jenis melalui handphone yang dilakukan tanpa pengawasan orangtua,” katanya. 

Para pelaku diancam Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76 E UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

Rita mengimbau kepada para orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anaknya. ’Jangan sampai, mereka menjadi korban maupun pelaku kejahatan,” imbaunya.

Sementara itu, Kak Seto mengungkapkan, pada dasarnya semua anak itu baik, hebat dan cerdas. Perilaku anak merupaka proses dia belajar.Ia berharap dalam situasi pandemi Covid-19 masyarakat khususnya para orang tua untuk lebih memperhatikan dalam mengawasi anak-anaknya selama di rumah.

”Artinya dia perilaku baik karena pengaruh lingkungan yang baik, tetapi kalau anak melakukan tindakan buruk itu karena pengaruh lingkungan,” ungkap Kak Seto. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: