Duh… Abrasi Sungai Progo Ancam Pemukiman Penduduk Di Magelang

BNews–MAGELANG– Abrasi sungai progo mengancam pemukiman penduduk di Dusun Ngiwon Desa Banyuwangi Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang. Anggota DPRD Kabupaten Magelang mengaku sudah melakukan tinjauan ke lokasi.

Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Magelang, Edi Gunawan, mengatakan, pihaknya sudah melakukan tinjauan ke lokasi.

“Kami dari DPRD Kabupaten Magelang dan DPRD Provinsi Jawa Tengah sudah melakukan tinjauan kelapangan. Dan sudah merekomendasikan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak untuk menindak lanjuti. Sudah dilakukan kajian dan juga sudah dilakukan audiensi dengan warga dan pemerintah desa, dan saat ini masih berproses penganggaran,” ucap Edi, Rabu (10/11/2021).

Sementara Ketua RT Dusun Ngiwon RT 01 RW 08 Desa Banyuwangi Bandongan Magelang, Sofyan, mengatakan, dalam musim penghujan ini membuat warga sangat khawatir.  Khususnya warga yang sangat dekat dengan sungai progo yang sudah ada batas untuk di efakuasi saat banjir datang.

“Dan kami pun sudah siap siap mengungsi saat banjir datang. Pada musim penghujan yang kemarin Kadus beserta Kades dan perangkatnya sudah dipanggil di Kabupaten bertemu dengan Dinas-dinas terkait  termasuk dari perwakilan dari Petugas Progo Hulu,” ungkap Sofyan.

Berita sebelumnya, abrasi sungai tersebut mengikis dinding sungai dan menenggelamkan lahan pertanian hingga mengancam pemukiman warga. Terjadinya abrasi tersebut dikarenakan pergeseran jalur sungai yang menerjang daratan.

Hal itu, lanjutnya juga karena tanah yang terkena abrasi tersebut adalah daratan ditikungan jalur sungai yang berbentuk “Irung Petruk”; atau seperti hidung tokoh Wayang Petruk yang panjang dan menikung tajam.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Sejak tahun 1995 jika terjadi banjir Sungai Progo, arus air mulai mengikis jalur yang lurus atau air mencari jalan pintas, sehingga mengikis dinding sungai, itulah awal dari abrasi ini,” terang Kadus Ngiwon. Anwar,

Dalam kurun waktu dua tahun ini, dimana abrasi begitu cepat memakan daratan hingga lima meter setiap tahunnya. Dan dampaknya lahan pertanian tenggelam, kemudian abrasi mengancam pemukiman warga.

Sehingga, katanya jarak dinding sungai dengan rumah penduduk lebih kurang sepuluh meter. Untuk lahan pertanian juga terancam, bahkan tanah bengkok Kadus sudah tenggelam.

Anwar mengatakan, pada musim penghujan kemarin sudah diketahui bahkan sudah di survei dari dinas dinas terkait.

Mereka yakni BMKG,  DPU,  Petugas Kali Opak dan Kali Serayu,  Progo Hulu Kantor Pusat Jogjakarta,  BPBD,  Satpol PP Kabupaten Magelang; Anggota dewan PDI P kabupaten Edi Gunawan Yekti.  Perwakilan anggota dewan PDI P propinsi Eko susilo.  PEMDES Desa Banyuwangi.  Dinas kecamatan dan dinas Kabupaten Magelang terkait lainnya.

“Warga hanya ingin segera ditindaklanjuti untuk normalisasi sungai, agar abrasi dapat dihentikan,” pungkasnya. (*/bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: