Festival Literasi Kabupaten Magelang 2026 Digelar, GEMILANG FEST Dorong Budaya Membaca
- calendar_month 45 menit yang lalu

Festival Literasi Kabupaten Magelang 2026 Hadirkan Pameran Buku hingga Workshop Literasi
BNews—MAGELANG— Festival Literasi Kabupaten Magelang Tahun 2026 resmi digelar melalui GEMILANG FEST (Gebyar Multi Inspirasi Literasi Magelang). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan 2026 yang berlangsung pada 1–14 September 2026 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang.
GEMILANG FEST sendiri dilaksanakan pada 7–11 September 2026. Kegiatan tersebut menyasar pelajar, mahasiswa, akademisi, pustakawan, pegiat literasi, serta masyarakat umum di Kabupaten Magelang.
Festival Literasi Kabupaten Magelang 2026 digelar untuk meningkatkan minat dan budaya literasi masyarakat, memperluas akses terhadap buku dan sumber pengetahuan, sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem literasi di daerah.
Gemilang Fest 2026 Jadi Wadah Pengembangan Literasi
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin, mengatakan Festival Literasi Kabupaten Magelang 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong budaya membaca dan belajar di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan buku dan perpustakaan, tetapi juga menghadirkan berbagai pengalaman, pengetahuan, serta inspirasi kepada masyarakat.
“Semoga Festival Literasi Kabupaten Magelang Tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya membaca, memperluas akses pengetahuan, dan memperkuat kolaborasi dalam pembangunan literasi Kabupaten Magelang,” katanya.
Festival tersebut dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan. Kegiatan yang digelar antara lain pameran buku, expo stand literasi Perpusdes, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), perguruan tinggi dan komunitas literasi.
Selain itu, terdapat gelar wicara dan workshop literasi, pementasan serta penampilan karya literasi, expo stand mitra TPBIS, penyerahan apresiasi lomba bidang perpustakaan, hingga penyerahan bantuan buku dan sarana prasarana perpustakaan desa dari Komunitas Farrel Literacy.
Literasi Magelang Punya Akar Sejarah Panjang
Azis menyebut pengembangan literasi di Kabupaten Magelang juga tidak dapat dilepaskan dari kekayaan pengetahuan yang telah berkembang sejak masa lalu.
Salah satunya terlihat dari penelusuran terhadap manuskrip Merapi-Merbabu yang menunjukkan adanya tradisi pengetahuan yang telah berakar panjang di wilayah Magelang.
“Beberapa waktu terakhir, kita kembali melihat kekayaan pengetahuan yang dimiliki Kabupaten Magelang melalui penelusuran terhadap manuskrip Merapi-Merbabu,” imbuhnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Menurutnya, keberadaan warisan pengetahuan tersebut menjadi pengingat bahwa budaya literasi di Magelang memiliki sejarah yang panjang dan perlu terus dirawat sesuai perkembangan zaman.
Bupati Magelang: Literasi Bukan Sekadar Membaca dan Menulis
Bupati Magelang, Grengseng Pamudji, mengatakan Gemilang Fest 2026 bukan sekadar agenda tahunan maupun kegiatan seremonial.
Menurutnya, festival tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memastikan masyarakat memiliki kesempatan belajar, memperoleh pengetahuan, serta memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk meningkatkan kualitas kehidupan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada panitia penyelenggara, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, para pegiat literasi, komunitas, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan Gemilang Fest 2026 ini,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membuat makna literasi semakin luas. Literasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara cerdas, kritis, serta produktif.
“Di era transformasi digital yang bergerak begitu cepat, makna literasi telah berkembang pesat. Literasi tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis teks dasar, melainkan mencakup kemampuan memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi secara cerdas, kritis, dan produktif,” tambahnya.
Gemilang Fest Dorong Literasi untuk Kesejahteraan
Grengseng mengatakan pengembangan literasi di Kabupaten Magelang harus diarahkan agar pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Literasi yang dikembangkan mencakup berbagai bidang, mulai dari literasi digital, finansial, budaya hingga sains. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi keterampilan nyata untuk membuka peluang ekonomi, meningkatkan produktivitas UMKM, memajukan sektor pertanian, serta membangun keluarga yang mandiri dan sejahtera.
“Pengetahuan yang diperoleh harus sesuai dengan kebutuhan zaman, mulai dari literasi digital, literasi finansial, hingga literasi budaya dan sains. Selanjutnya menggunakan Pengetahuan tersebut untuk memperbaiki kualitas huiup. Inilah muara dari literasi yang sesungguhnya (literasi untuk kesejahteraan). Pengetahuan yang didapat hendaknya mampu diimplementasikan menjadi keterampilan nyata baik untuk membuka peluang ekonomi, meningkatkan produktivitas UMKM, memajukan sektor pertanian, maupun membangun karakter keluarga yang sejahtera dan mandiri,” paparnya.
Menurutnya, Gemilang Fest 2026 juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai inspirasi, kreasi, dan inovasi masyarakat Kabupaten Magelang.
“Saya berharap ajang ini dapat memantik minat baca anak-anak kita, mendorong ruang diskusi yang sehat bagi masyarakat, serta menggerakkan roda ekonomi lokal melalui partisipasi aktif pelaku usaha kreatif di Kabupaten Magelang,” ajaknya.
Pemkab Magelang Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Publik
Bupati Magelang juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam membangun budaya literasi. Pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, pemerintah desa, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing.
Ia meminta perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan koleksi buku, tetapi juga berkembang menjadi ruang aktivitas masyarakat.
“Pembangunan literasi tentu tidak dapat dilakukan oleh satu perangkat daerah. Saya meminta seluruh perangkat daerah untuk ikut mengambil bagian. Sekolah dan perguruan tinggi terus membangun budaya belajar. Pemerintah desa menghidupkan perpustakaan dan ruang-ruang belajar masyarakat. Dunia usaha ikut memberikan dukungan. Komunitas terus menjadi penggerak dan masyarakat memanfaatkan seluruh ruang yang telah kita siapkan,” tegasnya.
Menurut Grengseng, perpustakaan juga dapat dimanfaatkan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk generasi muda.
“Tadi kan itu untuk pesen ke anak-anak muda, kalau untuk mungkin ke dunia sejumlah. Tadi kan sempat disampaikan jangan hanya jadi simbol nih perpustakaan, tapi bisa bermanfaat jadi seperti apa? Nah hari ini kita paksa, bukan kita paksa ya, kita dorong lah. Kita dorong perpustakaan ini untuk mengisi ruang-ruang kosong yang ada di lingkungan Muntilan,” jelasnya.
Ia mencontohkan berbagai ruang publik dan fasilitas yang dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas anak muda di wilayah Muntilan.
“Ada misalnya ruang publiknya, ada mungkin keinginan pemuda-pemuda di sekitar Muntilan. Nah kita fasilitasi apa ruang yang bisa kita perbuat untuk anak-anak muda di Muntilan dengan adanya perpustakaan yang ada di wilayah Muntilan. Jadi bukan hanya munutun, tapi itu kan sebenarnya bisa dikelola, misalkan di gedung pertunjukkan, misalkan macam-macam,” ujarnya.
Bupati Ajak Anak Muda Bangun Literasi
Di tengah perkembangan media sosial dan komunikasi digital, Grengseng menilai literasi tetap menjadi fondasi penting bagi masyarakat untuk memahami perubahan zaman.
Ia mengajak generasi muda Kabupaten Magelang tidak berhenti belajar dan menjadikan literasi sebagai pintu menuju pengetahuan yang lebih luas.
“Perkembangan literasi di kabupaten ini, dari sifat dan prosesnya seperti apa? Hari ini tentu literasi ini menjadi landasan yang terus kita usahakan. Di tengah kempuran zaman yang hari ini semua berbasis chat-chat, berbasis media sosial. Tetapi sebenarnya dengan literasi ini semua komponen inovasi itu terbuka semuanya,” ungkapnya.
“Cakrawala ilmu pengetahuan itu kan dimulai dari literasi. Entah literasi apapun namanya. Maka saya mengajak kepada seluruh masyarakat, terutama anak-anak muda kabupaten Magelang itu, jangan pernah bosan, mari kita bangun literasi sebagai cakrawala ilmu pengetahuan untuk masa depannya,” papanrya.
Festival Literasi Magelang Perkuat Kolaborasi
Festival Literasi Kabupaten Magelang 2026 menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mempertemukan masyarakat dengan berbagai sumber pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat.
Melalui GEMILANG FEST, masyarakat Kabupaten Magelang tidak hanya diajak meningkatkan minat baca, tetapi juga memahami pentingnya literasi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan dan Festival Literasi Kabupaten Magelang 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk menjadikan perpustakaan dan ruang literasi sebagai pusat pembelajaran, kreativitas, diskusi, serta pengembangan potensi masyarakat.
Dengan budaya literasi yang semakin kuat, pengetahuan diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi dapat diolah menjadi keterampilan, inovasi, peluang ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Magelang. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar