Grebeg Jemunak !! Tradisi Khas Ramadhan di Muntilan Magelang

BNews-MAGELANG– Perayaan meriah menghiasi Grebeg Jemunak di Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Antusiasme warga dalam menyambut kirab jemunak sangat terasa di sepanjang jalan.

Jemunak sendiri adalah makanan khas yang dapat ditemui di Gunungpring, Kecamatan Muntilan, yang hanya tersedia selama bulan Ramadan.

Makanan ini terbuat dari ketela yang dicampur dengan beras ketan. Penyajiannya dilengkapi dengan juruh atau air gula jawa dan disajikan selama buka puasa.

Kirab Grebeg Jemunak dimulai pukul 14.00 WIB dengan start dari Mbah Jogorekso Gunungpring menuju Masjid Al Ikhlas, dengan jarak sekitar 500 meter di antara keduanya.

Prosesi Grebeg Jemunak melibatkan dua gunungan jemunak setinggi 1,5 meter yang diberi nama Kiai Raden Santri dan Masjid Al Ikhlas. Jumlah keseluruhan jemunak yang disediakan adalah 2.024 bungkus, dengan setiap gunungan berisi 1.012 bungkus jemunak.

Antusiasme warga terlihat saat menyambut kirab Grebeg Jemunak. Sebelum jemunak dibagikan kepada warga di halaman Masjid Al Ikhlas, ada pertunjukan liong samsi dan barongsai dari Panca Naga Muntilan.

Setelah itu, menjelang waktu berbuka puasa, ribuan bungkus jemunak dibagikan kepada warga.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Ada sekitar 2.024 bungkus jemunak yang dibagikan. Terdapat dua gunungan jemunak, masing-masing berisi sekitar 1.012 bungkus dengan ketinggian 1,5 meter,” ujar Ketua Panitia Grebeg Jemunak, Wiwin Setiawan, kepada wartawan di Masjid Al Ikhlas Gunungpring Muntilan, pada hari Minggu (31/3/2024).

Wiwin menjelaskan bahwa tujuan dari Grebeg Jemunak adalah untuk mempromosikan makanan khas dari Gunungpring selama bulan Ramadan.

“Pembagian jemunak ini ditujukan kepada warga. Sebaiknya tidak sampai terjadi rebutan, karena itu dapat berbahaya dan menimbulkan dorongan-dorongan,” katanya.

Sementara itu, Camat Muntilan, Tito Lestianto, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Grebeg Jemunak yang berlangsung meriah.

“Filosofi dari jemunak ini mengajarkan tentang kesabaran. Ikhlas dalam menjalankan ibadah puasa, pada akhirnya akan merasakan kenikmatan. Semoga keberkahan datang bagi warga Dukuhan setiap tahunnya,” ungkap Tito. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: