Gudang Sabut Kelapa di Jogja Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan juta

BNews—JOGJAKARTA— Kebakaran hebat melanda gudang sabut kelapa di wilayah Bugel, Panjatan, Kulon Progo, Jogjakarta. Kobaran api dengan cepat melalap bangunan gudang beserta isinya hingga pemilik mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Peristiwa kebakaran gudang sabut kelapa ini terjadi pada Kamis (2/9) malam. Insiden pertama kali diketahui oleh warga setempat, Sambudi, 53.

Sekira pukul 19.00WIB, Sambudi yang baru pulang dari tahlilan melihat kobaran api di gudang. ”Api sudah menyala besar. Saya lalu memberitahu warga yang lain,” katanya.

Kejadian ini segera dilaporkan ke pemilik gudang dan pihak terkait termasuk petugas pemadam kebakaran. Tiga unit armada pemadam kebakaran pun diterjunkan.

Namun, pemadaman terkendala isian gudang yang mudah terbakar serta jauhnya sumber air dari bangunan tersebut. Akibat peristiwa ini, bangunan gudang berbahan kayu dilalap si jago merah.

Api juga menghanguskan sabut kelapa, alat packing atau mesin press. Serta peralatan lain dengan total kerugian sekitar Rp140 juta.

Pemilik gudang, Franky Marangkuptua Lumban Tobing menyampaikan, di area tersebut juga terdapat tempat pengolahan sabut kelapa. Namun sejak dua pekan terakhir, tidak ada aktivitas di sana serta tidak ada penjaga.

”Saya tidak sedang di lokasi, tiba-tiba ditelepon rekan diberitahu kalau kebakaran,” ucapnya.

Kapolres Kulon Progo, AKBP Muharomah Fajarini yang berkesempatan mendatangi lokasi kebakaran menyampaikan, pihaknya telah melakukan olah TKP. Dan penyelidikan terkait peristiwa kebakaran gudang sabut kelapa.

Sumber kebakaran diduga dari hubungan pendek arus listrik. ”Meski gudang ini sudah dua minggu tidak beroperasi, namun aliran listrik dari tiang listrik masih mengalir ke meteran yang terpasang di tiang bambu,” katanya.

Fajarini kemudian mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Segala sesuatu yang bisa memicu terjadinya kebakaran harus selalu diantisipasi. (ifa/han)

Sumber: Harian Merapi

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: