Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1700 Meter Pagi Ini

BNews—MAGELANG— Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan adanya awan panas guguran di Gunung Merapi pada Senin (1/3/2021) pagi.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengungkapkan bahwa peristiwa itu terjadi pada pukul 04.25 WIB.

“Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi tanggal 01 Maret 2021 pukul 04.25 WIB,” kata Hanik dalam keterangannya, Senin (1/3/2021).

Dia menjelaskan bahwa awan panas guguran itu tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 milimeter dan durasi 156 detik.

”Untuk estimasi jarak luncur mencapai 1.700 meter ke arah barat daya,” jelas dia.

Lanjut Hanik, pada periode pengamatan tanggal 28 Februari 2021 pukul 18.00 hingga 24.00 terpantau berawan dan mendung. Kemudian angina bertiup lemah hingga sedang kearah timur.

Pada periode tersebut juga teramati 35 guguran lava pijar. Dengan jarak luncur maksimal 1200 meter ke arah barat daya yakni hulu Kali Boyong, Krasak, dan Sat.

”Kejadian guguran tercatat di seismogram dengan amplitude maksimal 39 milimeter dan durasi 127 detik,” ujar Hanik.

Hingga saat ini, BPPTKG masih menetapkan status Merapi di tingkat Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak. “Di luar daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: