Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Gus Abdullah Luncurkan Buku di Magelang, Beberkan Kinerja dan Janji Kawal Isu Hukum Rakyat Kecil

Gus Abdullah Luncurkan Buku di Magelang, Beberkan Kinerja dan Janji Kawal Isu Hukum Rakyat Kecil

  • calendar_month Sab, 18 Okt 2025

BNEWS—MAGELANG— Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gus Abdullah, menggelar kegiatan reses di Gedung Serbaguna Desa Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Sabtu (18/10/2025).

Dalam kesempatan itu, ia sekaligus meluncurkan buku laporan kinerja setahun bertugas di Senayan bertajuk “Menyuarakan Keadilan Senayan”.

Kegiatan ini dihadiri ratusan perwakilan warga dari lima kecamatan di Dapil Jawa Tengah VI, yakni Dukun, Muntilan, Srumbung, Salam, dan Ngluwar.

Selain berdialog dan menyerap aspirasi masyarakat, Gus Abdullah juga membagikan 120 paket bantuan sembako serta menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.

Reses untuk Menyerap Aspirasi Langsung dari Rakyat

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Magelang, Mahmud, menjelaskan bahwa tujuan utama reses adalah agar anggota DPR dapat menemui konstituennya secara langsung.

“Tujuan reses ini anggota DPR RI menemui pemilihnya untuk menyerap aspirasi secara langsung. Misal terkait ketidakadilan, nanti disampaikan. Dan aspirasi akan direspon perwakilan kita di DPR jika ini menjadi kebutuhan masyarakat kita,” jelasnya saat memberikan sambutan..

Mahmud menambahkan, kegiatan seperti ini bukan hanya seremoni belaka, namun menjadi sarana nyata agar suara masyarakat bisa diperjuangkan.

“Ini bukan sebatas pertemuan ceremonial, kita ambil hikmahnya untuk menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menyinggung persoalan pajak kendaraan yang masih menjadi keluhan warga. “Misal perpanjangan pajak kendaraan dengan atas nama orang lain, apakah harus KTP pemilik asal atau cukup dengan pemilik baru. Problem seperti itu bisa diperjuangkan,” tambahnya.

Transparansi Kinerja Lewat Buku “Menyuarakan Keadilan Senayan”

Dalam sesi peluncuran buku, Gus Abdullah menjelaskan bahwa karya tersebut menjadi bentuk laporan terbuka atas kinerja pengawasan dan legislasi selama satu tahun di DPR RI.

“Reses kali ini sekaligus launching buku laporan kinerja saya di Komisi III selama setahun. Saya ingin rakyat tahu apa yang sudah saya perjuangkan di DPR,” ungkapnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Buku tersebut menyoroti beragam isu sosial dan hukum di masyarakat, mulai dari maraknya judi online, pinjaman online ilegal, hingga praktik kriminalisasi terhadap warga kecil.
Abdullah juga menawarkan berbagai solusi pemberantasan kejahatan digital dan evaluasi sistem hukum nasional yang dinilainya masih belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat kecil.

Soroti Reformasi Polri dan Kasus Korupsi

Dalam kesempatan itu, Gus Abdullah turut menyinggung isu reformasi kelembagaan Polri yang tengah menjadi perhatian publik.

“Reformasi Polri harus diawasi agar tidak ada lagi politisasi hukum. Polri harus fokus menjaga ketertiban dan keamanan, bukan kepentingan politik,” tegasnya.

Ia juga mengkritisi penanganan kasus korupsi, terutama di sektor pertanahan dan pertambangan, yang dinilainya masih belum mencerminkan asas keadilan dan transparansi.
“Banyak kasus yang merugikan negara, tapi proses hukumnya tidak dijalankan dengan benar. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Program Pemberdayaan untuk Guru dan Masyarakat

Gus Abdullah menyampaikan komitmennya untuk menjalankan program pemberdayaan ekonomi bagi guru TPA, PAUD, dan madrasah yang memiliki penghasilan rendah.

“Saya sisihkan uang reses saya untuk pemberian modal usaha ke teman-teman guru, terutama guru TPA, PAUD, dan madrasah yang penghasilannya memperihatinkan,” ungkapnya.

Ia menuturkan, saat ini sedang disusun sistem pengawasan agar program tersebut berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kita sedang kebut sistemnya, mudah-mudahan Desember nanti sudah ada prototipe yang bisa dijalankan. Saya ingin dana itu berputar, produktif, dan tepat sasaran,” jelasnya.

Reses Bernilai Sosial dan Berdampak Nyata

Selain pembagian sembako, kegiatan reses ini juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar.
“Kesehatan masyarakat juga penting. Karena itu kami siapkan layanan pemeriksaan gratis agar reses ini memberi manfaat langsung,” ucap Gus Abdullah.

Menurutnya, reses harus menjadi momentum untuk memberikan dampak nyata, bukan sekadar formalitas.
“Selama ini program pemerintah sering berhenti di tengah jalan karena tidak ada pengawasan. Saya ingin dana reses ini benar-benar bermanfaat dan bisa dipantau,” tegasnya.

Aspirasi Rakyat Jadi Kompas Perjuangan

Menutup kegiatan, Gus Abdullah mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan aspirasi dan persoalan publik melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia.

“Reses bukan sekadar serap aspirasi, tapi bentuk tanggung jawab moral untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Ia menegaskan akan terus bekerja dengan hati dan mendengar langsung suara rakyat.

“Aspirasi masyarakat adalah kompas perjuangan saya di DPR. Apa pun yang saya lakukan, tujuannya agar kebijakan negara betul-betul berpihak pada kepentingan rakyat,” tutupnya dengan tegas. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less