Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Rakornas Pengembangan 5 DPSD Digelar di Borobudur Magelang, Sejumlah Menteri Hadir

Rakornas Pengembangan 5 DPSD Digelar di Borobudur Magelang, Sejumlah Menteri Hadir

  • calendar_month Sab, 22 Jul 2023

BNews-MAGELANG– Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pengembangan 5 DPSP Semester 1 Tahun 2023 digelar di Magelang (21/7/2023). Sejumlah menteri hadir dalam acara yang juga melaksanakan Rapat Dewan Pengarah Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata.

Acara tersebut digelar pada 20-21 Juli 2023 di Plataran, Borobudur, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Rapat ini bertujuan merumuskan strategi akselerasi pengembangan 5 DPSP (Destinasi Pariwisata Super Prioritas) yang harus diselesaikan pada 2024.

Adapun 5 DPSP yang dimaksud yakni Borobudur, Likupang, Mandalika, Danau Toba, dan Labuan Bajo.

Adapun menteri yang hadir di antaranya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno; Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN, Hadi Tjahjanto; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas; Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Serta, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan selaku pimpinan dalam Rakornas ini mengatakan, pihaknya membahas setidaknya 5 strategi untuk pengembangan DPSP.

Di antaranya, memastikan pencapaian target kunjungan wisawatan mancanegara maupun nusantara.

Lalu, integrasi Bangga Buatan Indonesia (BBI) dengan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI). Kemudian mengakselerasi penyelesaian pembangunan 5 DPSP, mengakselerasi implementasi prinsip biru, hijau dan sirkular.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Mendorong investasi yang tepat sasaran dan pendanaan yang berkelanjutan, serta mengakselerasi peningkatan kuantitas dan kualitas SDM pariwisata.

“Oleh karena itu seluruh arah pengembangan destinasi pariwisata berkualitas harus dilakukan secara holistik dan terintegrasi. Penerapan prinsip-prinsip ‘Quality Tourism’ yang mencakup dua aspek krusial yakni supply dan demand, harus konsisten dilakukan,” paparnya dalam rapat tersebut.

Lanjut dia, dari sisi supply, penyediaan aspek dasar pariwisata harus terpenuhi mencakup infrastruktur dasar aksesibilitas dan layanan dasar pariwisata seperti jalan, bandara, jasa penerbangan dan jasa perhotelan.

Selanjutnya, perlu untuk mengintegrasikan manajemen keberlanjutan, pelestarian budaya, dan kesejahteraan masyarakat lokal, termasuk melalui investasi yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Ini dilakukan untuk memastikan bahwa sumber daya alam dan budaya tetap dilindungi sambil memberikan nilai tambah kepada komunitas setempat,”tambah dia.

Sedangkan, dari sisi demand, lanjut dia, fokus pada penyediaan layanan pariwisata yang mencerminkan nilai dan keunikan lokal dan bernilai tinggi, sehingga dapat menarik wisatawan yang mencari pengalaman otentik.

Peningkatan investasi berkelanjutan dan sumber daya manusia (SDM) berkualitas merupakan enabler penting tercapainya destinasi pariwisata berkualitas di 5 DPSP.

“Mendukung peningkatan investasi, promosi harus terus dilakukan, didukung oleh implementasi menyeluruh dari One Single Submission investasi,”ucapnya.

Maka dari itu, kata Luhut, sebagai pendukung investasi, pembentukan Tourism Fund sebagai sumber pendanaan berkelanjutan, akan turut memfasilitasi pembiayaan kegiatan dan inisiatif pengembangan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di 5 DPSP.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Selanjutnya, untuk penguatan SDM pariwisata, pada tahap awal perlu didentifikasi gap antara permintaan dari industri pendukung pariwisata dan suplai dari dunia pendidikan serta lembaga pelatihan. Perlu sinergi untuk mengakselerasi penguatan pariwisata berkualitas.

“Keseluruhan upaya pengembangan 5 DPSP menjadi destinasi pariwisata berkualitas harus dipastikan dapat diselesaikan pada 2024,”terangnya.

Sementara itu, tambahnya, pencapaian target wisman dan wisnus tahun 2023 dapat menjadi indikator utama yang mencerminkan kesiapan 5 DPSP menjadi destinasi pilihan utama menyambut momentum pemulihan pariwisata global pada 2024.

“Oleh karena itu, perlu kolaborasi strategi dan tujuan, serta evaluasi progres rencana aksi, antar K/L, pemerintah daerah dan industri pendukung, untuk memastikan tercapainya target wisman, wisnus, dan pengembangan pariwisata berkualitas,”ujarnya.

Menparekraf, Sandiaga Uno menambahkan, semua progres kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara di 5 DPSP sudah di atas target.

Di mana, wisatawan nusantara terus memberikan dampak yang positif terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Khususnya untuk Borobudur, bisa kita lihat dari jumlah populasi masyarakat umat Buddha di Asia. Ini saja kita bisa memproyeksikan ditarik sekitar 2 juta kunjungan wisatawan spiritual. Dengan target total pariwisata sekitar 2 miliar dollar. Jadi, ini akan menjadi sebuah terobosan untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat Magelang, tapi juga untuk Yogjakarta secara keseluruhan,” papar dia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia (ATR) Hadi Tjahjanto juga ikut andil dalam pengembangan 5 DPSP. Pihaknya bertanggung jawab di bagian tanah dan tata ruang.

“Tanah itu ada aset negara, kita perlukan kolaborasi dan kita melakukan koordinasi sehingga permasalahan aset untuk bisa dikelola demi kepentingan pariwisata. Kedua, terkait dengan tata ruang, kami bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menentukan tata ruang, khususnya untuk wilayah wisata. Termasuk merapikan kabel-kabel atas rencana semua akan ditanam di dalam tanah,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas mengatakan, sesuai arahan Presiden untuk mendukung pariwisata harus disiapkan birokrasi yang lincah, salah satunya adalah digitalisasi.

“Maka, penguatan otorita yang saat ini menangani pengembangan pariwisata khusus ini perlu ada digital agar cepat. Termasuk terkait tata Kelola proses izin event-event. Pak menko telah memberi arahan yang kami terjemahkan. Karena proses perizinan ke depan lebih lincah dan cepat sehingga ini akan mendorong pertumbuhan pergerakan pariwisata,”terangnya.

Lanjut dia, paling akhir terkait produk dalam negeri, kemenPAN-RB telah membuat reformasi birokrasi tematik. Dimana ada belanja produk dalam negeri akan menjadi indikator yang berdampak pada tunjangan kinerja.

“Serta, terkait hari libur. Ada beberapa usulan. Ada dua usulan dari kemenparekraf untuk hari libur. Untuk jumat dan senin kalau ini nanti akan dijadikan menjadi bagian dari rangkaian hari libur sehingga mendorong pengembangan pergerakan ekonomi di daerah. Tetapi, liburnya tidak boleh banyak-banyak. Karena mempengaruhi kinerja industri dan lainnya,” pungksnya (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less