Hujan Seharian, Ada 14 Titik Longsor di Magelang

BNews–MUNGKID– Hujan deras melanda kawasan Magelang sejak Rabu siang hingga Kamis siang ini (5/3/2020). Akibat sejumlah wilayah mengalami bencana alam tanah longsor.

Dari informasi yang diterima Borobudurnews.com , hingga Kamis pagi pukul 08.30 wib, terdapat 14 titik longsor di Magelang. Semua kejadian tersebut tersebar di lima Kecamatan di Magelang.

Pertama di wilayah Kecamatan Salaman terjadi di delapan titik. Lokasinya dan dampaknya yakni di Dusun Sabrang Desa Margoyoso dampak menutup akses jalan desa, Dusun Labuan Desa Sawangargo dampak menutup irigasi dan mengancam mushola.

Dusun Basongan Desa Kalisasak dampak menutup akses jalan desa, Dusun Tobong Desa Matgoyoso dampak mengenai rumah Nur Kholis, 40 seorang disabilitas, dan rumah Darsono,35. Mereka mengungsi ke rumah iwan alamat sama dengan mereka.

Masih di SalamA yakni di Dusun Karang wetan Desa Kalirejo dampak mengenai rumah Sanudi , 70, Dusun Selorejo Desa Ngargoretno dampak mengenai dinding rumah Mujito, 30. Dusun Santan Desa Sriwedari dampak mengenai dinding rumah Sukeri, 40. Terakhir Mangklong Desa Kaliabu Salaman dampak jalan ambles.

Berikutnya tanah longsor terjadi di Kecamatan Borobudur, terdapat tiga titik. Lokasinya yakni Dusun Ngaglik Desa Giritengah dampak menutup akses jalan desa, Dusun Pokoh Desa Giripurno dampak mengenai dinding rumah Muhtadin.

Selanjutnya di Dusun Kemloko Desa Kenalan dampak mengenai dinding belakang rumah Suradi. Disini ada korban sempat mengalami luka ringan atas nama Parsinah.

Loading...

Sedangkan di Kecamatan Mertoyudan terjadi di Dusun Gedongan kulon Desa Bondowoso dengan dampak menutup akses jalan desa, Kecamatan Bandongan terjadi di Dusun Mudan Desa Salamkanci longosr berdampak satu rumah warga dindingnya jebol.

Terakhir Kecamatan Kajoran tejradi di Dusun Bumirejo Desa Bumiayu. Disini berdampak mengancam 3 rumah warga.

Dan perlu diketahui, hari ini petugas BPBD Kabupaten Magelanng disebar ke seluruh wilayah titik longsor bersama para relawan dan jajaran TNI Pori. Mereka melakukan kajian cepat dan penanganan materia longsor secara gotong royong. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: