Ibu Hamil Puasa, ini Tipsnya

BNews—MUNGKID—Saat hamil di bulan Ramadan, mungkin banyak dari calon ibu atau si bunda bingung. Apakah boleh dan mungkinkah wanita hamil berpuasa.

Menurut dr Uswatun Hasanah, sebenarnya ibu hamil masih tetap diperbolehkan menjalankan puasa. Dengan catatan kondisi kesehatan tidak sedang terganggu. Asupan energi serta nutrisi yang dibutuhkan bisa didapat saat waktu sahur dan berbuka.

”Maka berpuasa dalam keadaan mengandung tidak akan berdampak besar bagi kesehatan si ibu dan janinnya,” papar dr Uswah kepada Borobudur News ketika diwawancara jarak jauh secara online, Jumat (24/5).

Dokter Internsip RS Tora Belo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah itu mengatakan, ibu hamil paling mengerti kondisi kesehatannya sendiri untuk berpuasa. Ia mengingatkan agar terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter dalam mempertimbangkan pilihannya.

”Andai diperbolehkan puasa, harus dilakukan dengan benar agar tetap sehat dan bugar,” ucapnya.

Dokter cantik itu memberikan enam tips bagi ibu hamil yang memutuskan ingin berpuasa. Pertama adalah mengurangi atau hindari melakukan pekerjaan berat.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Loading...

Kedua, ibu hamil dianjurkan untuk selalu berada di tempat atau ruang yang sejuk untuk menghindari risiko dehidrasi. Puasa diketahui membuat seseorang kehilangan cairan tubuh.

Ketiga, tetap tenang dan hindari stres. Dr Uswah menerangkan, wanita hamil memiliki hormon stres yang lebih tinggi.

”Sedangkan stres berdampak buruk bagi janin serta kesehatannya,” papar gadis 27 tahun itu.

Empat, konsumsi makanan bernutrisi. Ia mengatakan, jangan asal memilih makanan untuk disantap saat sahur dan berbuka. Dirinya menyarankan asupan pangan terbaik adalah dari bahan-bahan alami. Sehingga kecukupan protein, lemak, karbohidrat dan vitamin terpenuhi.

”Contohnya mengkonsumsi daging, sayur, buah, kacang-kacangan, ikan dan telur,” ujarnya

Lima, hindari makanan manis karena dapat menyebabkan kadar gula darah naik dan turun dengan cepat. Sebab, perubahan gula darah yang terlalu cepat dapat menimbulkan rasa lemas dan pusing.

Terakhir, minum air putih yang cukup. Dr Uswah menyarankan untuk mencukupi kebutuhan air pada tubuh 1,5 hingga 2 liter perhari. Hindari pula minuman berkafein seperti teh dan kopi karena berisiko menyebabkan dehidrasi.

”Pantangan lain, jangan mengkonsumsi obat yang tidak diketahui keamanannya, tidak sesuai anjuran dokter dan jamu-jamuan yang tidak diketahui kandungan pastinya,” pungkas dia (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: