Idap Penyakit Komplikasi, Begini Kronologi Polisi Jogja Meninggal Saat Bersepeda

BNews—SLEMAN— Seorang pegowes yang juga merupakan seorang polisi, Aiptu Sutriyatna meninggal saat melakukan olahraga gowes, Minggu (28/6). Anggota sabhara yang berdinas di Mapolsek Turi Sleman ini meninggal dunia karena kelelahan.

Salah seorang warga Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Daryono, 64, menjelaskan jika peristiwa terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Saat itu ada empat orang pesepeda yang tengah berhenti di depan rumahnya.

”Awalnya ada satu orang yang mengeluh sakit di bagian dadanya. Tapi bukan korban yang meninggal itu (Sutriyanta),” kata Daryono.

”Sementara temannya beristirahat, tiga orang lainnya masih menunggu dan berbincang-bincang. Tapi tiba-tiba korban lemas dan ambruk di pundak temannya,” sambung warga Dusun Bangunharjo, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Sleman.

Mengetahui hal tersebut, ia yang saat itu berada di depan rumahnya lantas datang untuk menolong dan membantu menidurkan korban di depan teras rumah. Sebelum dipindah ke teras rumah, korban ditidurkan dulu di depan halaman sembari disadarkan teman-temannya.

”Dia sempat mengembuskan nafas dua kali, terlihat sangat berat. Setelah itu korban tidak terlihat lagi bernafas. Kami juga melakukan resistensi dan memeriksa denyut nadinya dan tidak ada tanda-tanda yang baik,” terangnya.

Seorang warga lainnya, Yono, 30, sempat memanggil bidan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun, sang bidan yang memeriksa menyatakan jika yang bersangkutan telah meninggal dunia.

”Saat diperiksa korban diketahui sudah meninggal. Akhirnya kami menghubungi ambulans untuk membawa korban ke puskesmas terdekat,” paparnya.

Baca juga: Kelelahan Saat Bersepeda, Polisi di Jogja Meninggal Dunia

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Turi Ajun Komisaris Polisi Catur Widodo membenarkan kabar tersebut. Ia mengatakan, pesepada itu merupakan anggotanya bernama Sutriyatna dengan pangkat Aiptu.

”Betul, anggota Sabhara (Polsek Turi). Usianya 54 tahun,” kata Catur, Minggu sore.

Diungkapkan Catur, Aiptu Sutriyatna pada Minggu pagi tadi melakukan olahraga bersepeda bersama beberapa tetangganya satu RT di Dusun Jurugan, Desa Bangunkerto, Turi. Saat melewati ruas Jalan Agrowisata di Desa Bangunkerto, Turi, ia mengaku kelelahan dan beristirahat.

”Baru satu kilometer dari rumahnya di Jurugan. Dia kecapekan lalu berhenti istirahat,” ungkapnya.

Sutriyatna dinyatakan meninggal pada Minggu pagi pukul 07.10 WIB setelah diperiksa oleh tim medis Puskesmas Turi. Almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit komplikasi jantung dan ginjal.

Almarhum dimakamkan Minggu siang di Tempat Pemakaman Umum Dusun Jurugan, Bangunkerto, Turi. Ia meninggalkan seorang istri yang berprofesi sebagai guru dan dua orang anak. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: