Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Ikon Tuksongo Berusia 300 Tahun Akan Hilang, Seniman Abadikan Lewat Lukisan

Ikon Tuksongo Berusia 300 Tahun Akan Hilang, Seniman Abadikan Lewat Lukisan

  • calendar_month Ming, 11 Jan 2026

BNews-MAGELANG– Sejumlah seniman melakukan kegiatan melukis on the spot (OTS) sebuah pohon randu alas berusia lebih dari 300 tahun di Lapangan Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (11/1/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebelum pohon ikonik tersebut ditebang karena kondisinya mengering dan dinilai berpotensi membahayakan warga sekitar.

Aksi pelukisan yang melibatkan sekitar 7–10 seniman dari Magelang Raya dan Yogyakarta ini menjadi upaya untuk; mendokumentasikan keberadaan pohon legendaris itu dalam bentuk karya seni sebelum hilang dari lanskap lapangan desa setempat.

Inisiator kegiatan, Hatmojo, menjelaskan bahwa mereka terpanggil untuk mengabadikan gambar terakhir dari pohon randu yang telah menjadi simbol dan ikon di Lapangan Tuksongo.

“Kami sebagai seniman mempunyai sebuah kepedulian untuk mendokumentasikan gambar terakhir keberadaan pohon ikonik tersebut dalam sebuah karya,” ujar Hatmojo, Minggu (11/1/2026).

Menurut Hatmojo, pohon randu alas ini diperkirakan sudah berdiri selama lebih dari 300 tahun, dan keberadaannya kerap; menarik perhatian wisatawan yang singgah untuk berfoto, terutama dengan latar Bukit Menoreh.

“Branding lapangan randu alas ini sebenarnya juga sudah mematri di sejumlah wisatawan,” tambahnya.

Meski begitu, ia mengatakan dirinya merasa sayang jika pohon tersebut harus ditebang seluruhnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Hatmojo bahkan sempat mengusulkan agar bagian batang pohon setidaknya disisakan sekitar 5–7 meter, agar nilai historis dan legenda pohon tidak sepenuhnya hilang.

Sementara itu, Kepala Desa Tuksongo, M. Abdul Karim, mengaku keputusan menebang pohon itu diambil dengan berat hati. Namun, demi alasan keamanan karena pohon sudah mengering dan dikhawatirkan dapat roboh menimpa warga, tebang tersebut tetap harus dilaksanakan.

“Sebetulnya kami sangat menyayangkan. Karena pohon randu itu sudah menjadi ikon desa kami,” ujarnya.

Selain menjadi objek seni dan sejarah lokal, Lapangan Tuksongo selama ini juga menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan, termasuk rombongan penggemar kendaraan VW, jeep, dan ATV, yang kerap berhenti untuk berfoto atau berswafoto di sekitar lokasi. (*)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less